KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kembali mengukir prestasi dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024.
Penghargaan ini menjadi yang ke-10 kali secara berturut-turut bagi Pemkaba Gresik, sekaligus menegaskan konsistensi daerah dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan. Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dilakukan oleh BPK Perwakilan Jawa Timur pada Rabu (16/4), di Sidoarjo.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hadir langsung dalam acara tersebut, didampingi Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Misbahul Munir, Kepala BPPKAD Andhy Hendro Wijaya, serta Inspektur Kabupaten Achmad Hadi.
Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jawa Timur dalam sambutannya mengingatkan bahwa opini WTP bukanlah jaminan bahwa laporan keuangan telah sepenuhnya bersih dari catatan. Pemerintah daerah tetap diminta untuk menindaklanjuti setiap temuan dan menjaga kualitas tata kelola.
“Keberhasilan menindaklanjuti hasil pemeriksaan sangat ditentukan oleh sinergi kepala daerah, perangkat daerah, dan DPRD,” ujarnya, Rabu (16/4).
Menanggapi capaian tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa syukur dan menekankan pentingnya kerja bersama. “Alhamdulillah, opini WTP yang ke-10 ini adalah buah dari kerja sama dan komitmen seluruh pihak di lingkungan Pemkab Gresik,” ucapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga amanah publik melalui integritas dan transparansi.
Raihan WTP ini mencerminkan kerja kolektif yang solid, mulai dari kepala daerah, sekretaris daerah, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga Aparatur Sipil Negara (ASN). Sinergi antara eksekutif dan legislatif juga menjadi faktor penting dalam menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran.
Di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap transparansi dan pengelolaan dana yang bersih, opini WTP ini menjadi momentum untuk refleksi. Kepercayaan publik hanya bisa dijaga dengan pengawasan internal yang kuat, respons cepat atas rekomendasi BPK, serta ruang partisipasi yang terbuka.
Dengan konsistensi yang telah terjaga selama satu dekade, Gresik membuktikan bahwa tata kelola keuangan yang baik adalah hasil dari komitmen dan kerja berkelanjutan.(*)









