KabarBaik.co, Gresik – Tim gabungan dari Polres Gresik, Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Baru Gresik, Selasa (31/3).
Hasil sidak menunjukkan harga sebagian besar komoditas relatif stabil pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Namun, harga cabai rawit masih terpantau tinggi karena pasokan yang terbatas.
“Cukup stabil, meskipun ada sedikit kenaikan untuk harga cabe rawit yang masih belum bisa dikendalikan karena belum memasuki masa panen,” kata Analis Ketahanan Pangan Bapanas Sri Utami.
Menurut Sri, kenaikan harga cabai rawit dipicu oleh ketersediaan yang belum mencukupi, sementara permintaan masyarakat tetap tinggi. Meski demikian, harga komoditas tersebut mulai menunjukkan tren penurunan dibandingkan saat puncak Lebaran.
“Sudah turun perlahan di Rp 70 ribu per kilogram dibanding saat momen lebaran kemarin yang bisa menyentuh Rp 90 ribu sampai 100 ribu,” ujarnya.
Sementara itu, harga daging dan ayam yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan kini mulai stabil. Harga daging sapi berada di kisaran Rp 110.000 hingga Rp 130.000 per kilogram, sedangkan ayam dijual sekitar Rp 42.000 per kilogram.
Kanit Tipidek Satreskrim Polres Gresik Iptu Luthfi Hadi Nugroho, menegaskan pihaknya akan terus melakukan pengawasan harga di pasar tradisional guna mencegah potensi pelanggaran.
“Kami dari Polres Gresik akan terus melakukan pengawasan pasar-pasar yang ada di wilayah Gresik, dengan memantau harga-harga bapokting yang ada di wilayah Gresik,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua Paguyuban Pasar Baru Gresik, Chumaidi, menyebut stok bahan pokok pasca Lebaran masih dalam kondisi aman.
Meski demikian, para pedagang berharap adanya tambahan kuota Minyakkita dari pemerintah karena tingginya permintaan masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi.
“Rata-rata per toko teman-teman butuh 5-10 dus dalam sehari. Dari Bulog setiap pasar rata-rata mendapat kuota 200-250 dus Minyak Kita yang nantinya saat dibagikan per toko dapat 2 dus,” ungkapnya.
“Untuk harga Minyakkita di Pasar Baru kita sepakat Rp 16.000 per liter, meskipun HET Rp 15.700. Karena para pedagang sering kali kesulitan cari kembalian uang 300 perak,” tandasnya.(*)






