BPBD Jember Dropping 10 Ribu Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

oleh -5 Dilihat
jember 2
Petugas BPBD Jember Dropping air bersih ke masyrakat. (D.K. Aji)

KabarBaik.co – BPBD Jember terus berupaya mengatasi kekeringan yang terjadi di beberapa wilayah akibat musim kemarau panjang. Mereka melakukan dropping air bersih ke sejumlah titik yang terdampak.

Diketahui, musim kemarau panjang memang tengah melanda Kabupaten Jember dalam beberapa pekan terakhir. Tentunya hal itu membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Jember masih terdampak kekeringan dan krisis air bersih.

Kali ini, dropping air bersih dilakukan di Lingkungan Plalangan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Jember pada Selasa (16/9).

Personel Pusdalops BPBD Jember, Rezha Pratama, mengatakan saat ini BPBD Jember telah mencatat, di Plalangan, ada sekitar 150 KK, yang tersebar di RT.03/RW.010 dan RT.01/RW.011, yang merasakan dampak kekeringan dan krisis air bersih.

“Di lokasi ini, sudah terdistribusi air bersih untuk tahap kedua, dengan kapasitas 1 tangki 5.000 liter,” ujarnya.

Rezha menjelaskan, selain Kecamatan Patrang, BPBD juga melakukan dropping air bersih ke sejumlah titik di Kecamatan Sumbersari.

“Lokasi pertama di lingkungan Pondok Pesantren Raden Rahmad, Lingkungan Jambuan, Kelurahan Antirogo, Sumbersari dan lokasi kedua di Lingkungan Pelinggian, Jalan Parang Tritis, Kelurahan Antirogo, Sumbersari, Jember,” jelas Rezha.

BPBD mencatat, di lingkungan ponpes ada sekitar 150 santri yang merasakan dampak krisis air bersih. Sementara di Lingkungan Pelinggian, ada sekitar 124 KK yang juga merasakan dampak kekeringan.

“Di lokasi satu sudah terdistribusi air bersih tahap ke lima dengan kapasitas 1 tangki 3.800 liter, di lokasi dua, terdistribusi air bersih tahap ketiga dengan kapasitas 1.200 liter. Jadi total air yang terdistribusi 5.000 liter,” ucap Rezha.

Rezha mengungkapkan, berdasarkan assessment, kekeringan di lingkungan pesantren itu karena sumur di ponpes sudah mengering.

Santri di pondok itu juga sempat memanfaatkan sungai di belakang ponpes untuk wudhu.

“Selain kekeringan, sungai di belakang pondok juga kotor dan sering dibendung oleh petani untuk mengairi air sawah,” imbuh Rezha.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Jember Penta Satria, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan, kebakaran hutan, dan lahan tahun 2024.

“Sebagai bentuk tanggap darurat bencana, lanjut dia, pemerintah daerah mengupayakan dropping air bersih secara berkala untuk membantu warga yang mengalami krisis air bersih di sejumlah titik atau lokasi,” katanya.

Penta mengharapkan, di tengah bencana kekeringan ini, masyarakat dapat berhemat air. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.