KabarBaik.co, Jember – Sinergisitas antara Pemerintah Kabupaten Jember dan Bulog terus diperkuat demi menjamin ketahanan pangan warga.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menghadiri Sosialisasi Penyaluran Bantuan Pangan alokasi Februari–Maret 2026 di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat (27/3).
Acara yang dipimpin oleh Kepala Bulog Jember, M. Ade Saputra ini dihadiri oleh jajaran OPD, camat, lurah, kepala desa, serta unsur TNI dan Polri.
Sosialisasi ini bertujuan mematangkan alur teknis agar distribusi bantuan kepada masyarakat berjalan transparan dan tepat sasaran.
Gus Fawait mengapresiasi langkah cepat Bulog yang menjadwalkan pendistribusian bantuan pada akhir Maret ini. Kehadiran pejabat dari berbagai tingkatan diharapkan menjadi jaminan kelancaran proses di lapangan.
“Insyaallah, pada akhir Maret ini akan disalurkan bantuan pangan dari Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, untuk masyarakat Jember,” ujar Gus Fawait.
Uniknya, Pemkab Jember berencana memasang penanda khusus di rumah penerima bantuan. Langkah ini diambil sebagai instrumen pendukung pendataan untuk keperluan sensus Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, Gus Fawait menegaskan bahwa aspek kemanusiaan tetap menjadi prioritas.
“Stiker penanda tidak akan menggunakan kata “miskin” untuk menjaga martabat penerima. Stiker hanya akan bertuliskan “Bantuan Pangan” disertai foto Presiden dan kepala desa setempat,” katanya.
Pemerintah daerah berkomitmen penuh mengawal bantuan sosial agar tepat sasaran. Satgas Pengentasan Kemiskinan bahkan telah menyiapkan program khusus yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memantau dan memfinalisasi data masyarakat pada kategori desil 1 dan desil 2.
Gus Fawait memaparkan data menggembirakan: tingkat kenaikan angka Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Jember merupakan yang terendah se-Jawa Timur. Hal ini dianggap sebagai indikator kuat adanya tren penurunan angka kemiskinan yang signifikan.
“Pemerintah menargetkan jumlah penduduk miskin di Jember dapat ditekan hingga di bawah angka psikologis, yaitu 200.000 jiwa. Ini adalah ikhtiar besar, mengingat dalam satu dekade terakhir angka kemiskinan Jember belum pernah menyentuh level serendah itu,” pungkasnya. (*)








