Sulam Pita Jadi Peluang Ekonomi Baru bagi Perempuan NTB

oleh -11 Dilihat
e5183c3e 0209 40b2 8067 916f6c9a02b1
Ibu-ibu NTB belajar menyulam pita. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Mataram – Menyulam selama ini identik dengan benang yang dirangkai menjadi aneka motif seperti bunga atau binatang. Namun, teknik menyulam pita menghadirkan pendekatan berbeda, yakni menggunakan pita yang dibentuk menjadi sulaman bunga cantik dengan nilai jual tinggi.

Pelatihan menyulam pita yang digelar Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) NTB ini diikuti puluhan ibu-ibu. Kegiatan tersebut dipandu oleh Yuni, instruktur asal Kediri, Lombok Barat, yang juga dikenal sebagai produsen pakaian tenun NTB serta pelaku kerajinan rajut dan sulam pita.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta diajarkan teknik sulam pita pada media tote bag dengan memulai dari pola dasar. Menurut Yuni, dari satu pola dasar itu peserta dapat mengembangkan berbagai bentuk bunga seperti mawar, bunga matahari, kelopak bunga, hingga daun sesuai kreativitas masing-masing.

“Sekarang masih dimulai dari pola dasar, tapi dari situ bisa dibentuk bermacam-macam bunga. Ibu-ibu dan adik-adik di sini bebas berekspresi,” ujar Yuni, Kamis (5/2).

Ia menambahkan, kerajinan sulam pita sudah memiliki pasar tersendiri. Selain diaplikasikan pada tote bag, sulam pita juga dapat diterapkan pada jilbab maupun detail busana. Untuk satu buah tote bag sulam pita, harga jualnya berkisar antara Rp 125.000 hingga Rp 175.000, tergantung motif dan tingkat kerumitan.

Salah seorang peserta pelatihan, dr. Oksi Cahya Wahyuni, Direktur Rumah Sakit Mandalika, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut meski baru pertama kali mencoba sulam pita.

“Industri kriya itu cukup menjanjikan. Keterampilan seperti ini bagus untuk dikembangkan dan bisa menjadi peluang usaha ke depan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keberadaan PLUT NTB sebagai wadah peningkatan keterampilan masyarakat, mulai dari seni kriya, kuliner, hingga rencana pelatihan kecantikan di masa mendatang. Dengan nada bercanda, dr. Oksi mengatakan pengalaman mengikuti pelatihan ini cukup menegangkan.

“Biasanya pegang jarum suntik, sekarang pegang jarum dan pita,” kelakarnya.
Menurut dr. Oksi, pelatihan sulam pita memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai usaha di bidang industri kriya, khususnya bagi perempuan di NTB, baik untuk mengisi waktu luang maupun meningkatkan produktivitas.

Hasil sulaman yang dibuat peserta dapat langsung dibawa pulang. Selain sebagai media latihan, tote bag dipilih karena memiliki fungsi ganda, yakni sebagai tas belanja ramah lingkungan sekaligus produk siap jual.
Pelatihan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya produk kreatif lokal serta membuka peluang ekonomi baru bagi perempuan di NTB.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.