Sukseskan Program Gresik Agropolitan, Dinas Pertanian Tingkatkan Kualitas RPH dan RPU

oleh -16 Dilihat
ef1173ee b79c 432a bb4d b3a07ef2d778
Rumah Potong Hewan Gresik. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mengembangkan sektor peternakan melalui program Gresik Agropolitan. Salah satu fokus utamanya adalah peningkatan kualitas dan kapasitas Rumah Potong Hewan (RPH) serta Rumah Potong Unggas (RPU).

Dinas Pertanian Gresik pun bergerak cepat dengan sejumlah strategi demi mensukseskan program tersebut. Seperti disampaikan Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Gresik,  Viki Mustofa.

“Saat ini, RPH milik pemkab sudah bersertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan Halal. Selain itu, SDM di UPT RPH juga telah mengantongi sertifikasi penyelia halal, pendamping halal, serta juru sembelih halal,” ujarnya, Minggu (16/3).

Tidak hanya itu, revitalisasi RPH pemkab Gresik tengah dilakukan untuk meningkatkan standar layanan dan kebersihan. Pemerintah juga menggandeng pihak swasta guna menambah fasilitas pemotongan hewan yang layak.

Ada tiga RPH swasta yang kini telah ditingkatkan kualitasnya, yakni RPH PT Lembumas Inti Perkasa di Kecamatan Cerme, RPH Saudara di Kecamatan Sangkapura, Bawean, serta RPH Restu Bunda di Kecamatan Kedamean.

Selain itu, dua RPU juga masuk dalam pengembangan, yakni RPU Permata Chicken di Manyar dan RPU Aman Lancar Barokah di Kebomas.

Langkah lebih lanjut dilakukan di Sidowungu, di mana revitalisasi RPU tengah berlangsung. Program ini melibatkan kerja sama dengan Pemprov Jawa Timur serta para pengusaha pemotongan ayam setempat.

Salah satu agendanya adalah sertifikasi juru sembelih halal serta perbaikan Tempat Pemotongan Unggas (TPU) menjadi RPU sederhana yang lebih higienis dan ramah lingkungan.

Sejauh ini, kapasitas RPH milik Pemkab Gresik masih mampu menampung 30 hingga 50 ekor per hari. “Secara umum masih cukup, hanya butuh renovasi untuk perawatan gedung,” tambah Viki.

Performa RPH Gresik pun terbilang moncer. Pada evaluasi realisasi APBD Triwulan IV tahun 2024, RPH berhasil melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari target Rp 115 juta, capaian akhirnya menembus Rp 177 juta.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah layanan ultrasonografi (USG) bagi sapi betina sebelum dipotong, guna memastikan kualitas daging tetap prima.

Dengan berbagai langkah tersebut, Dinas Pertanian Gresik optimistis kontribusi sektor peternakan terhadap PAD akan terus meningkat.

“Kami berharap dengan optimalisasi RPH dan RPU ini, sektor peternakan bisa lebih maju dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkas Viki.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Wildan Zaky
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.