KabarBaik.co – Setelah buron selama berbulan-bulan, Achmad Alifiyan Putra alias AAP, 24 tahun, akhirnya berhasil diringkus oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik.
Pelaku pengeroyokan pesilat ini ditangkap di Denpasar, Bali, tempat ia bersembunyi dan bekerja sebagai tukang las.
Brutalnya Gerombolan Pesilat Keroyok Pemuda di Gresik, 2 Otak Pelaku Diamankan
AAP masuk daftar pencarian orang (DPO) usai terlibat dalam aksi pengeroyokan brutal terhadap seorang pria berinisial BPP di Jalan Raya Morowudi, Kecamatan Cerme, Gresik, pada 4 Agustus 2024 lalu.
Pengeroyokan terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, saat korban hendak berangkat kerja. Korban dibuntuti dari arah Benjeng, lalu dipepet dan diserang.
“Korban diserang hingga mengalami tiga luka tusukan di bagian pinggang kanan dan sejumlah luka memar. Motifnya hanya karena korban mengenakan atribut perguruan silat lain,” ujar Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik, Ipda Andi Asyraf Gunawan, Selasa (13/5).
Dari hasil penyelidikan, ada tujuh pelaku terlibat dalam pengeroyokan tersebut. AAP merupakan pelaku ketiga yang berhasil diamankan. Ia diketahui berperan sebagai pelaku utama penusukan dalam aksi tersebut.
Polisi Ringkus Pesilat yang Keroyok dan Tusuk Pemuda Gresik Cuma Gegara Kaos
Para pelaku memang kerap melakukan sweeping untuk mencari orang dari kelompok silat lain sebagai bentuk eksistensi. Setelah ketemu sasaran, korban langsung dikeroyok membabi buta.
Sebelumnya, dua pelaku lain yakni Dwi Sujianto, 26 tahun asal Cerme dan Angga Saputro, 22 tahun, asal Benjeng lebih dulu ditangkap pada Agustus lalu. Saat ini, empat pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi.
AAP sendiri mengakui bahwa dirinya melarikan diri ke Bali untuk menghindari kejaran polisi. Ia mencoba memulai kehidupan baru dengan bekerja di perusahaan las listrik. Namun upayanya berakhir sia-sia.
Gesekan Pesilat: Cuma Gegara Kaos, Pemuda di Gresik Dikeroyok dan Ditusuk
“Saya menyesal, waktu itu hanya ikut-ikutan teman,” ucap AAP singkat saat diamankan petugas.
Kini AAP harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Sementara polisi terus memburu empat pelaku lainnya yang masih kabur.(*)








