KabarBaik.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember menggelar Focus Group Discussion (FGD) Siaga Bencana. Hal itu untuk mengantisipasi potensi megathrust.
Kegiatan yang digelar di Aula PB Sudirman, Pemerintah Kabupaten Jember, pada Rabu (2/10) dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan, di antaranya seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Penjabat Sementara (PJS) Bupati Jember, Imam Hidayat, serta organisasi-organisasi yang ada di Jember.
Menurut Kepala BPBD Jember, Widodo, ada beberapa kecamatan di Jember yang memiliki potensi terdampak bencana megathrust terutama di daerah pesisir meliputi Kecamatan Tempurejo, Ambulu, Wuluhan, Puger, Gumukmas, dan Kencong.
“Ada 12 desa di sepanjang pesisir yang tidak hanya akan terdampak di wilayah tersebut, tetapi dampaknya diperkirakan akan melebihi desa-desa di pinggir pantai tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penanganan bencana ini menjadi tanggung jawab bersama dari berbagai pihak. Kolabirasi dari semua aspek sangat dibutuhkan, ditambah dengan penguatan desa tangguh bencana.
“Sehingga, ada koneksi yang baik antara masyarakat dan pemerintahan desa untuk meminimalkan korban ketika bencana terjadi secara tiba-tiba,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu pemateri dalam FGD, Ma’muri yang juga merupakan Kepala Stasiun Geofisika BMKG Malang menyampaikan, semua unsur telah siap.
“Diharapkan nantinya segala persiapan dapat tepat sasaran ketika bencana terjadi secara tiba-tiba. Meskipun kita tidak menginginkan bencana tersebut terjadi, setidaknya kita memiliki persiapan yang matang untuk menanggulanginya,” katanya.
Semua aspek bekerja sama untuk menyukseskan acara FGD ini. Ke depannya, BPBD akan menyusun timeline dan pembuatan SOP terkait mitigasi bencana.
“Kita harus terbiasa dengan gladi atau simulasi penanggulangan bencana, mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat desa,” tambah Ma’muri.
Sekadar informasi, dalam acara ini juga diperkenalkan beberapa teknologi informasi yang diharapkan dapat membantu dalam menghadapi bencana yang terjadi secara tiba-tiba. (*)








