KabarBaik.co, Pasuruan – Wilayah Pasuruan merupakan daerah rawan bencana. Terutama dalam bencana banjir yang setiap tahun terjadi. Ribuan rumah hingga ratusan hektare area persawahan direndam banjir.
Untuk menanggulangi bencana banjir tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Sunaryanto melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pasuruan. Tujuannya untuk melihat langsung dan mengumpulkan data penyebab terjadinya banjir tahunan.
Sunaryanto menyampaikan, dari hasil laporan yang didapatkannya, penyebab banjir Pasuruan setiap tahun karena sungai-sungai tidak dapat menampung air hujan cukup besar. Sedangkan pemerintah daerah tidak berhak melakukan penanganan sungai karena berada di bawah kebijakan Pemerintah Provinsi dan pemerintah pusat.
“Jadi banjir di Pasuruan ini selain cuaca ekstrem tahun ini, juga akibat sungai yang tidak dapat menampung air hujan. Pemerintah daerah nggak punya kewenangan atas sungai yang menyebabkan banjir,” kata Sunaryanto, Jumat (27/3).
Pada awal tahun ini saja, lanjut Sunaryanto, BNPB sudah mencatat bencana sebanyak 618 kejadian. Dari jumlah itu, 50 persen kejadian bencana terjadi di wilayah Jawa Timur khususnya Pasuruan. “Kejadian bencana terus naik setiap tahun, sudah 618 kejadian di awal tahun, 300-an kejadian sudah terjadi di wilayah Jawa Timur dan Pasuruan banjir seriap hujan,” terangnya.
Menurut Sunaryanto, hasil kunjungan ke Pasuruan ini akan disampaikan di tingkat pemerintah pusat untuk proses penanganan selanjutnya. Terutama dalam penanganan sungai yang menjadi penyebab banjir. “Nanti setelah pulang kita sampaikan ke pusat apa yang harus segera ditangani pada sungai-sungai ini. Bisa normalisasi atau tanggul paling utama,” jelas Sunaryanto.
BNPB hingga saat ini sudah melakukan penanganan kedaruratan dan memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir dengan memberikan kebutuhan sehari-hari. Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, berterima kasih atas perhatian BNPB. (*)










