KabarBaik.co, Blitar – Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Kabupaten Blitar masih terus berlangsung. Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) mencatat hingga awal Maret 2026 masih ada 21 kasus aktif yang tersebar di beberapa wilayah.
Meski demikian, sebagian besar ternak yang sebelumnya terpapar penyakit tersebut sudah dinyatakan pulih. Data Disnakkan menunjukkan, dari total 135 kasus PMK yang muncul sepanjang 2026, sebanyak 110 ekor ternak berhasil sembuh.
Kepala Disnakkan Kabupaten Blitar Heri Widyatmoko, menjelaskan bahwa penyebaran PMK tidak hanya dipengaruhi oleh faktor vaksinasi. Menurutnya, kondisi cuaca serta mobilitas ternak antar daerah juga memiliki peran dalam mempercepat penyebaran penyakit.
“PMK tidak bisa langsung dianggap selesai hanya karena vaksinasi. Faktor cuaca dan lalu lintas ternak juga sangat memengaruhi penyebarannya,” ujarnya, Sabtu (7/3).
Selain ternak yang sembuh, Disnakkan juga mencatat satu ekor ternak mati akibat PMK. Hewan tersebut diketahui belum menerima vaksin. Sementara itu, tidak ada kasus pemotongan paksa, meskipun dalam beberapa waktu terakhir terdapat tambahan tujuh kasus baru.
Saat ini terdapat tujuh kecamatan yang masih masuk kategori zona merah karena masih ditemukan kasus aktif. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Wonodadi, Ponggok, Gandusari, Doko, Binangun, Sutojayan, dan Wates.
Menurut Heri, proses penyembuhan ternak yang terinfeksi PMK tidak selalu sama. Selain pengobatan, kondisi kesehatan lain yang menyertai juga sangat memengaruhi tingkat kesembuhan.
“Sering kali ternak yang terkena PMK juga mengalami penyakit lain seperti parasit darah. Kalau tidak ditangani dengan tepat, proses penyembuhannya bisa lebih lama bahkan berisiko kematian,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan para peternak agar tidak mencoba mengobati ternak secara mandiri tanpa arahan petugas kesehatan hewan. Jika ditemukan gejala PMK, peternak diminta segera melapor agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
“Di setiap kecamatan sudah ada petugas kesehatan hewan. Kalau ada ternak yang menunjukkan gejala PMK, sebaiknya langsung dilaporkan supaya segera ditangani,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakkan Kabupaten Blitar Lusia Aditya, memastikan stok vaksin PMK di daerah masih tersedia dalam jumlah cukup.
“Stok vaksin saat ini masih aman, jumlahnya lebih dari seribu dosis dan diperkirakan cukup untuk kebutuhan vaksinasi hingga Lebaran,” pungkasnya.(*)








