KabarBaik.co – Alief Arroziqin, 22, warga Dusun Kauman, Pinggir Papas, Kalianget, Sumenep, Madura, diketahui sebagai pengemudi mobil Toyota Innova berpelat nomor W 1168 CQ, terlibat dalam kecelakaan maut di Jalan Kedungdoro, Surabaya beberapa waktu lalu. Dalam insiden tersebut, dua orang pasangan suami istri meninggal dunia di tempat akibat tertabrak kendaraan yang dikemudikan Alief.
Alief mengakui bahwa ia mengemudi dalam pengaruh narkoba saat kecelakaan terjadi. Dalam pengakuannya pasca-insiden, ia menyebutkan bahwa sebelum berangkat ke Surabaya, tiga rekannya telah mengonsumsi narkoba jenis sabu.
“Tiga teman saya memang sebelum berangkat terlebih dahulu mengonsumsi sabu, tapi saya tidak ikut, karena saya yang membawa kendaraan,” ungkap Alief dalam sebuah video yang diterima KabarBaik.co.
Namun, Alief mengaku sempat mengonsumsi narkoba jenis ineks saat berada di Diskotek Paradise Club di Gedung Go Skate, Jalan Embong, Malang, Surabaya. “Iya, saya pakai Ineks saat di Diskotek Paradise,” tambahnya.
Sebelumnya terjadi sebuah kecelakaan pada Sabtu, 2 November 2024, pagi. Alief yang mengemudikan Innova dengan kecepatan tinggi diduga hilang kendali saat melintas di Jalan Kedungdoro. Akibatnya, mobil menabrak mobil jazz dan sebuah warung nasi yang berada di pinggir jalan.
Selain dua korban meninggal, beberapa orang lainnya dilaporkan mengalami luka parah akibat kecelakaan ini. Kendaraan yang terlibat juga mengalami kerusakan berat akibat benturan keras dengan objek di sekitarnya.
Dalam perkembangan kasus ini, tiga rekan Alief yang ikut dalam perjalanan mengalami shock berat dan sempat mendapatkan perawatan medis. Namun, ketiganya dikabarkan menghilang usai insiden tersebut. Warga pun mendesak polisi segera mengejar dan menangkap ketiga orang tersebut untuk diproses secara hukum.
“Kabar hilangnya jejak ketiga rekan dari pengemudi yang mengalami kecelakaan itu memang sangat aneh, dan kami meminta polisi segera menangkap ketiganya dan diproses secara hukum,” ujar Nazriel, seorang saksi di lokasi kejadian.
Nazriel juga menambahkan bahwa pasangan suami istri yang meninggal dalam insiden ini memiliki tiga anak, dan hingga kini belum ada pertanggungjawaban dari pihak keluarga pelaku. (*)








