KabarBaik.co – Proses evakuasi korban runtuhnya bangunan mushola Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, terus dilakukan hingga Selasa (30/9). Seiring upaya penyelamatan santri yang masih terjebak, Pemkab Sidoarjo bersama BPBD Jawa Timur menyalurkan bantuan logistik makanan bagi para korban dan relawan di lokasi.
Bupati Sidoarjo Subandi, meninjau langsung dapur umum yang didirikan di sekitar lokasi kejadian. Ia memastikan ribuan porsi makanan siap disediakan untuk kebutuhan para santri, keluarga korban, dan petugas yang terlibat dalam proses evakuasi.
“Dapur umum telah dibuka dan setiap harinya menyiapkan sekitar 1.500 porsi makanan. Ini untuk memenuhi kebutuhan makan para korban, keluarga yang menunggu, dan seluruh tim yang bekerja tanpa henti di lapangan,” kata Subandi.
Selain bantuan makanan, pihaknya juga telah menyalurkan logistik lain berupa air minum, selimut, dan kebutuhan dasar bagi keluarga santri yang masih berada di sekitar lokasi pondok.
Subandi menegaskan bahwa Pemkab Sidoarjo akan terus menyalurkan bantuan logistik selama proses evakuasi berlangsung. Ia berharap dukungan ini dapat meringankan beban para korban serta menjaga kondisi tim penyelamat yang bekerja penuh risiko.
“Kita berkoordinasi dengan BPBD provinsi dan seluruh relawan agar bantuan ini tepat sasaran. Tidak hanya untuk kebutuhan mendesak, tetapi juga memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan terbaik,” tegasnya.(*)








