KabarBaik.co – Dalam rangka momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) Satuan Tugas (Satgas Pangan) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko ritel dan pasar di Kabupaten Banyuwangi. Sidak ini bertujuan untuk memastikan ketersidaan stok yang ada di lapangan.
Tim gabungan yang terdiri dari Bulog, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskopumdag) dan polisi
tersebut mengecek langsung stok maupun harga bahan pokok di pasar. Seperti beras, minyak goreng, cabai, telur, daging ayam maupun sapi, dan kebutuhan dapur lainnya tidak luput dari pemeriksaan.
Tak hanya menyisir lapak pedagang di pasar tradisional, petugas juga melakukan pengecekan di gudang distributor maupun swalayan, guna mengantisipasi terjadinya penimbunan bahan pangan jelang Nataru.
“Hasil pengecekan di beberapa sampel pasar, kami dapati ketersediaan bahan pokok menjelang Nataru terpantau stabil. Stok mencukupi dan harga masih dalam kondisi normal, bahkan beberapa komoditas cenderung turun,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Rama Samtama Putra melalui Kasat Reskrim, Komang Yoga Aryawiguna.
Satgas Pangan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Menurut Komang, stok bahan pokok dipastikan aman hingga pergantian tahun.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik ataupun melakukan penimbunan bahan pokok. Insyaallah ketersediaan mencukupi sampai selesai Tahun Baru,” tegasnya.
Satgas Pangan menyatakan hingga saat ini belum menemukan indikasi adanya praktik penimbunan. Meski demikian, lanjut Komang, pengawasan akan terus diperketat.
“Sejauh ini belum ada informasi terkait penimbunan, namun kami tetap melakukan pendalaman dan penelusuran. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan kami tindak tegas,” kata Komang.
Pengawasan tidak hanya menyasar pasar tradisional, tetapi juga gudang dan ritel modern. Satgas menargetkan seluruh wilayah Banyuwangi yang terdiri dari 25 kecamatan dapat terpantau secara menyeluruh.
“Selain bahan pokok, ketersediaan BBM juga menjadi target pemantauan. Kami akan patroli pengecekan bersama dinas terkait, untuk mencegah terjadinya kelangkaan,” pungkasnya.








