Gapasdap Jatim Sebut Dermaga Ketapang Jadi Bottleneck, Kapal Melimpah Tapi Sulit Sandar

oleh -66 Dilihat
Kemacetan di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk
Kemacetan di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

KabarBaik.co, Banyuwangi – Kemacetan di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk saat arus balik Lebaran 2026 disebut bukan disebabkan kekurangan kapal, melainkan keterbatasan dermaga.

Ketua Gapasdap Jawa Timur, I Putu Gede Widiana, mengatakan sekitar 55 kapal telah disiapkan, termasuk tambahan armada dari lintasan lain. Namun hampir separuh kapal tidak bisa beroperasi maksimal karena fasilitas sandar yang terbatas.

“Bukan armadanya yang kurang, tapi tempat sandarnya yang terbatas. Ini yang membuat antrean semakin panjang,” kata Putu, Selasa (31/3).

Menurut dia, banyak kapal harus menunggu giliran sandar cukup lama sehingga jumlah perjalanan atau trip menurun. Dampaknya, kapasitas angkut penumpang dan kendaraan ikut berkurang.

“Target trip tidak tercapai karena kapal lebih banyak menunggu. Ini jelas merugikan semua pihak,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut juga berdampak pada masyarakat luas. Antrean panjang memicu pemborosan BBM, menghambat distribusi logistik, meningkatkan risiko kerusakan barang, hingga berpotensi mendorong kenaikan harga kebutuhan.

Gapasdap Jawa Timur meminta pemerintah segera menambah jumlah dermaga dan meningkatkan kapasitas Pelabuhan Ketapang agar persoalan antrean tidak terus berulang.

“Kebutuhan ini sudah mendesak. Harus ada roadmap yang jelas untuk penambahan dermaga,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Gapasdap Banyuwangi, Nur Jatim menambahkan
potensi kemacetan akan semakin besar seiring tersambungnya jalur tol hingga wilayah Besuki. Oleh karenanya peningkatan infrastruktur harus dilakukan segera.

“Kalau tidak segera dilakukan, kita hanya tinggal menunggu bom waktu kemacetan di mulut pelabuhan setiap musim liburan,” bebernya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.