KabarBaik.co – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat transformasi layanan kepelabuhanan dengan meresmikan fasilitas Integrated Planning & Control serta Green Shelter Waiting Area. Peresmian tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, dan menjadi langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan efektivitas perencanaan, pengendalian operasional, serta kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa terminal.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengapresiasi berbagai inovasi dan digitalisasi layanan yang konsisten dilakukan Terminal Teluk Lamong. Menurutnya, pengembangan fasilitas dan penguatan sistem operasional tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendorong transformasi layanan kepelabuhanan yang modern dan efisien.
“Pengembangan ini menunjukkan keseriusan Terminal Teluk Lamong dalam membangun layanan kepelabuhanan yang andal, sekaligus mendukung terwujudnya ekosistem logistik Jawa Timur yang semakin kompetitif,” ujar Emil, Rabu (24/12).
Emil menambahkan, kegiatan peresmian tersebut juga dihadiri para pelaku usaha logistik di Jawa Timur, antara lain Ketua DPC INSA Jatim Stenvens H. Lesawengen, Ketua DPW ALFI ILFA Jatim Sebastian Wibisono, serta Ketua Klub Logindo Jatim Christin Adni. Kehadiran para pemangku kepentingan ini, menurut Emil, menjadi bukti pentingnya kolaborasi antara BUMN, pelaku usaha, dan pemerintah daerah dalam memperkuat daya saing sektor logistik.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong David Pandapotan Sirait menegaskan, peresmian dua fasilitas tersebut merupakan wujud nyata transformasi berkelanjutan yang sejalan dengan arah strategis Pelindo Group. Transformasi ini diarahkan untuk meningkatkan keandalan layanan, efisiensi operasional, serta kualitas pelayanan bagi seluruh pengguna jasa.
“Integrated Planning & Control dan Green Shelter Waiting Area menjadi bagian dari upaya kami menghadirkan layanan terminal yang semakin efisien, aman, dan nyaman. Dengan transformasi yang konsisten dan kolaborasi yang kuat, kami optimistis Terminal Teluk Lamong dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan efisiensi logistik nasional,” kata David.
Fasilitas Integrated Planning & Control dirancang untuk mengintegrasikan seluruh proses perencanaan dan pengendalian operasional terminal, baik untuk layanan petikemas maupun curah kering. Sistem ini mencakup perencanaan kedatangan kapal, kebutuhan peralatan dan sumber daya manusia, pengaturan lapangan penumpukan, perencanaan kegiatan bongkar muat, hingga pengendalian arus lalu lintas di dalam terminal. Seluruh proses tersebut dilengkapi dengan penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Sementara itu, Green Shelter Waiting Area dihadirkan sebagai fasilitas penunjang yang mengedepankan kenyamanan, keselamatan, serta konsep ramah lingkungan bagi pengguna jasa yang berada di area terminal.
Ketua Klub Logindo Jawa Timur Christin Adni menilai, peningkatan fasilitas dan teknologi harus diimbangi dengan penguatan kompetensi sumber daya manusia. Ia menekankan pentingnya membangun budaya pelayanan yang tulus dan profesional seiring dengan kemajuan sistem operasional.
“Transformasi teknologi perlu diiringi peningkatan kualitas SDM, agar pelayanan yang diberikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pengguna jasa,” ujarnya.
Peresmian ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-12 PT Terminal Teluk Lamong, yang mengusung tema “Strengthening Collaboration, Driving Transformation, Establishing Sustainability.” Tema tersebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat kolaborasi, berani bertransformasi, serta menjaga keberlanjutan dalam pengembangan layanan kepelabuhanan ke depan.








