KabarBaik.co – Pascakerusuhan yang terjadi pada Sabtu malam (30/8) hingga Minggu dini hari (31/8), sejumlah fasilitas pemerintahan di Kabupaten Kediri tampak porak-poranda. Pantauan di lokasi, bangunan kantor Pemkab Kediri yang terbakar menyisakan puing, kaca pecah, dan peralatan kerja yang hangus.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito menyebut kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp 500 miliar. Angka itu, kata dia, baru mencakup aset yang dijarah dan terbakar, belum termasuk kendaraan dinas serta bangunan yang saat ini masih dihitung oleh tim appraisal dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
“Gedung masih akan dihitung oleh ahli ITS. Rp 500 miliar itu baru aset, belum termasuk kendaraan,” jelas Mas Dhito saat memberikan keterangan, Senin (1/9).

Mas Dhito juga memaparkan kronologi kerusuhan, di mana massa langsung menyerang gerbang depan Pemkab Kediri, memecahkan kaca, hingga melemparkan bom molotov yang menghanguskan sejumlah fasilitas.
“Begitu massa datang, langsung menyerang gerbang depan Pemkab Kediri. Kaca dihancurkan, molotov dilemparkan. Total kerugian yang kami terima saat ini sekitar Rp 500 miliar, dan masih terus dihitung,” tambahnya.
Saat ini, pemerintah daerah bersama aparat terkait tengah melakukan inventarisasi lanjutan untuk menilai skala kerusakan dan menyusun langkah pemulihan. (*)










