Heboh Klaim Soekarno Lahir di Jombang, Sejarawan Surabaya: Itu Hanya Otak-atik Tafsir

oleh -18 Dilihat
WhatsApp Image 2026 02 22 at 2.42.25 PM
Pemerhati sejarah sekaligus Pendiri Begandring Soerabaia, Kuncarsono Prasetyo

KabarBaik.co, Surabaya – Belakangan ini publik diramaikan dengan klaim yang menyebut bahwa Proklamator RI Soekarno lahir di Ploso, Jombang, bukan di Surabaya. Menanggapi hal tersebut, pemerhati sejarah sekaligus Pendiri Begandring Soerabaia, Kuncarsono Prasetyo, angkat bicara.

Kuncar menegaskan bahwa klaim tersebut hanyalah tafsir baru yang tidak didukung oleh bukti primer yang kuat. Menurut Kuncar, narasi Soekarno lahir di Jombang muncul sekitar dua hingga tiga tahun terakhir.

Dasar argumennya berasal dari ijazah Soekarno di ITB yang tertulis lahir tahun 1902. Berdasarkan data tugas sang ayah, pada tahun 1902, ayah Soekarno memang sudah berpindah tugas ke Jombang.

“Itu sebenarnya hanya otak-atik tafsir. Logikanya, jika lahir 1902, maka otomatis lahir di Jombang karena bapaknya tugas di sana. Padahal dalam hukum ada istilah locus (lokasi) dan tempus (waktu). Lokasi dan waktu itu tidak serta merta berkaitan. Bisa saja lahirnya di Sidoarjo atau Mojokerto jika hanya melihat perpindahan tugas,” ujar Kuncar saat dikonfirmasi kabarbaik.link, Minggu (22/2).

94 Catatan Primer Sebut Surabaya

Kuncarsono menekankan bahwa identitas Surabaya sebagai tempat lahir Bung Karno sudah sangat final secara dokumentasi. Ia mengungkapkan setidaknya ada 94 catatan primer yang ditulis saat Soekarno masih hidup, baik oleh dirinya sendiri maupun orang-orang terdekatnya.

“Semua dokumen primer, termasuk paspor Bung Karno yang ditulis tangan, menyebutkan tempat lahir: Surabaya. Bukan Kota Surabaya atau Keresidenan Surabaya, tapi Surabaya,” tegasnya.

Bahkan, Kuncar membeberkan hasil wawancaranya dengan Guntur Soekarno-Putro di Jakarta bulan lalu. Guntur bersaksi bahwa ayahnya sendiri yang menyatakan lahir di Surabaya.

“Bapak saya bilang kepada saya, lahirnya di Surabaya. Tempat pastinya di mana, beliau (Bung Karno) sudah lupa, yang penting Surabaya,” tambah Kuncarsono menirukan ucapan Guntur.

Bukti Rekaman Pidato Unair 1964

Salah satu bukti paling kuat adalah rekaman pidato Soekarno saat peresmian/ulang tahun Universitas Airlangga pada 10 November 1964 yang didapatkan dari museum di Belanda. Dalam pidato tersebut, Soekarno dengan logat Suroboyoan yang kental menegaskan jati dirinya.

“Beliau bilang dalam rekaman itu: ‘Aku iki sak jane sik arek Surabaya, rek. Soale aku iki lahir Surabaya’. Beliau bicara begitu dalam konteks pidato di Surabaya, bukan Jombang,” jelas Kuncar.

Arsip Nasional Tidak Mencatat Jombang

Terkait kesimpangsiuran yang sampai menarik perhatian Direktur Arsip Nasional, Kuncarsono meminta masyarakat untuk kembali pada data otentik. Ia menjamin bahwa di Arsip Nasional, tidak ada satu pun dokumen resmi yang mencantumkan Jombang sebagai tempat lahir Putra Sang Fajar.

“Semua dokumennya ada, arsipnya lengkap. Jika tidak percaya Soekarno lahir di Surabaya, masa lebih percaya pada orang yang bahkan tidak pernah bertemu dengan Soekarno?” sindirnya.

Meski tempat spesifiknya di Surabaya masih diperdebatkan, antara Pandean, Lawang Seketeng, atau Pasar Besar, Kuncar menegaskan bahwa Bung Karno sendiri semasa hidupnya membenarkan bahwa dirinya adalah putra Surabaya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.