KabarBaik.co, Nganjuk – Suasana penuh kegembiraan dan harapan meliputi kawasan sekitar sungai di Kecamatan Rejoso saat Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi meresmikan Jembatan Banjarejo. Acara yang dimulai dengan doa bersama untuk keamanan dan kemakmuran wilayah ini kemudian ditandai dengan pemotongan pita dan pemotongan tumpeng, menjadi momen bersejarah bagi warga yang telah menanti kehadiran jembatan ini selama lebih dari dua dekade.
Dengan warna merah putih yang mencolok menghiasi struktur bangunannya, jembatan ini tidak hanya menjadi penghubung fisik, tetapi juga simbol kebanggaan dan persatuan masyarakat.
Bupati Marhaen langsung menghampiri kerumunan masyarakat yang berkumpul di jembatan untuk berbincang secara langsung. Ia menyapa satu per satu warga, bertanya tentang kondisi mereka dan bagaimana jembatan ini akan membantu mempermudah aktivitas sehari-hari.
“Saya sudah lama ingin bertemu langsung dengan Anda semua. Bagaimana kira-kira jembatan ini akan membantu pekerjaan atau sekolah anak-anak kita?” tanya Bupati kepada sekelompok warga yang sedang berkumpul, Kamis (29/1).
Jembatan Banjarejo yang menghiasi pemandangan sungai dengan warna nasional tidak hanya berperan sebagai sarana penghubung fisik, tetapi juga diharapkan menjadi katalisator bagi kemajuan wilayah. Menurut Bupati Marhaen, infrastruktur ini akan memberikan dampak positif yang luas bagi kehidupan masyarakat.
“Jembatan berwarna merah putih ini bukan hanya sekadar bangunan, melainkan bukti komitmen pemerintah untuk membawa kemajuan ke pelosok daerah. Setelah 26 tahun Ini akan mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak kita, memfasilitasi aktivitas ekonomi para pelaku usaha, dan meningkatkan mobilitas warga secara keseluruhan,” tegas Bupati Marhaen.
Pemkab Nganjuk berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Diharapkan, Jembatan Banjarejo dengan warna merah putih yang ikonik akan menjadi tulang punggung transportasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di Kecamatan Rejoso.
Hadirnya jembatan yang dibangun dengan nilai investasi Rp 1,9 miliar ini tidak datang dengan mudah. Camat Rejoso Teguh Ovi Andriyanto mengungkapkan bahwa pembangunan baru dapat terlaksana secara optimal setelah Bendungan Semantok mulai beroperasi.
“Sebelumnya, wilayah sungai ini kerap dilanda banjir yang membuat upaya pembangunan menjadi sangat sulit. Setelah bendungan berjalan, kita akhirnya bisa mewujudkan harapan masyarakat,” ucapnya.
Anggota DPRD Marianto juga menyampaikan apresiasi mendalam. Dengan pembangunan jembatan tersebut
“Dulu masyarakat harus menghadapi kesulitan akses dari satu sisi sungai ke sisi lain. Jembatannya kecil, hanya bisa dilalui sepeda, motor dan becak. Kini, dengan jembatan berwarna merah putih yang megah ini, semua kesulitan itu menjadi sejarah,” katanya.
Siti Asiah, 50, seorang pedagang dari Desa Banjarejo, mengungkapkan rasa terima kasih dengan pembangunan jembatan ini.
“Alhamdulillah, sekarang saya tidak perlu lagi khawatir saat membawa barang dagangan ke pasar. Sebelumnya kalau hujan sungai naik, saya harus menangguhkan usaha saya,” ungkapnya. (*)










