KabarBaik.co – Dua pria pelaku carok di Jalan Raya dr Wahidin Sudirohusodo, Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Gresik, Rabu (30/10), diamankan pihak kepolisian. Kedua pelaku ternyata adalah Pak Ogah atau polisi cepek yang biasa mengatur arus lalu lintas di depan SPBU dekat lokasi kejadian.
Polsek Kebomas Polres Gresik telah mengamankan Imron warga Kota Surabaya dan Rohman asal Kabupaten Gresik. Keduanya terlibat tragedi berdarah akibat rebutan lahan Pak Ogah.
Wakapolres Gresik, Kompol Danu Anindhito Kuncoro Putro, Rabu (30/10), mengatakan bahwa perkelahian menggunakan senjata tajam itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.
“Sekitar pukul 08.00 WIB telah terjadi perkelahian dua orang pria dengan menggunakan senjata tajam. Saat itu ada anggota Polisi Lalu Lintas yang melintas dan langsung berhasil diamankan,” bebernya.
Imron sudah menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan di kantor polisi. Sementara pelaku Rohman masih menjalani perawatan medis di RSUD Ibnu Sina.
Rohman terkena sabetan celurit di bagian telapak tangan bagian kanan. Setelah kondisi kesehatannya membaik, Rohman akan dimintai keterangan guna penyelidikan lebih lanjut
Sementara itu, pelaku Imron bercerita kepada awak media, bahwa tragedi carok itu dipicu rebutan lahan polisi cepek (Supeltas) di lokasi putar balik depan SPBU dekat TKP.
Imron mengklaim bahwa dirinya lah yang membabat alas atau mengawali aktivitas Pak Ogah di lokasi lahan Supeltas tersebut. Dan sudah berjalan sekitar 10 tahun hingga menjadi sumber sandang pangan keluarganya.
“Sandang pangan, saya yang membabat alas di situ. Kok diusir saya?. Sekalian sama ada pengancaman ke saya (dibunuh, red),” cerita Imron saat ditemui di Polsek Kebomas.
Menurut Imron, lawannya tersebut ingin menguasai lahan yang selama ini menjadi tempatnya mencari nafkah. Ia pun tidak menyesali perbuatannya.
“Saya gak menyesal, karena dia sudah mengusik tempat saya mencari nafkah untuk keluarga,” pungkas pria berusia 51 tahun kelahiran Sampang, Madura ini.
Diungkapkan, pelaku Rohman yang terlebih dahulu mendatanginya dengan membawa besi. Sementara Imron membawa celurit karena sudah ada pengancaman sebelumnya. (*)










