Konflik Timur Tengah Picu Waspada Ekonomi Jatim, Pemprov Terapkan WFH dan Perkuat Antisipasi Inflasi

oleh -104 Dilihat
IMG 20260329 WA0041
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. (Foto: Dani)

KabarBaik.co, Surabaya – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak, memaparkan dampak nyata konflik bersenjata di Timur Tengah terhadap stabilitas ekonomi dan ketahanan masyarakat. Ketegangan yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat dinilai berpotensi memicu gejolak harga energi global yang turut berimbas ke daerah.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi Jatim menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Rabu. Kebijakan ini tidak hanya ditujukan untuk efisiensi energi, tetapi juga sebagai strategi merespons potensi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat dinamika global.

Emil menjelaskan, konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya yang berdampak pada jalur vital Selat Hormuz, telah memicu volatilitas harga minyak mentah dunia. Jalur ini diketahui menyalurkan lebih dari 20 persen pasokan minyak global, sehingga gangguan sekecil apa pun dapat berdampak luas terhadap rantai pasok internasional.

“UMKM mulai mengeluhkan kenaikan harga bahan baku plastik dan BBM. Pemerintah pusat memang berupaya menahan gejolak harga, namun kita juga harus bersikap antisipatif,” ujar Emil, Minggu (29/3).

Meski demikian, berdasarkan simulasi pemerintah pusat yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bank Indonesia, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, dampak terhadap Jawa Timur dinilai relatif lebih terkendali dibandingkan sejumlah daerah lain.

Data perdagangan menunjukkan kinerja positif, dengan nilai ekspor Jawa Timur tumbuh sekitar 16 persen, sementara impor mengalami penurunan sebesar 2,7 persen. Pada 2025, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur tercatat mencapai Rp3.403,17 triliun, menjadikannya kontributor terbesar kedua terhadap perekonomian nasional.

Namun demikian, Emil mengingatkan tingginya ketergantungan Jawa Timur terhadap perdagangan global, dengan kontribusi ekspor yang mendekati 20 persen, menjadi faktor yang perlu diwaspadai

“Artinya kita harus hati-hati. Ketergantungan terhadap perdagangan global cukup signifikan. Perlambatan ekonomi global pasti akan berdampak pada Jawa Timur,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, telah menginstruksikan seluruh kepala daerah di kabupaten/kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi inflasi, penimbunan barang, hingga aksi panic buying, terutama pada komoditas pangan dan BBM.

Emil menekankan pentingnya menjaga stabilitas informasi di masyarakat agar tidak terjadi kepanikan. Ia juga mengingatkan aparat daerah untuk bertindak cepat terhadap pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi dengan praktik tidak bertanggung jawab.

Di sisi lain, Pemprov Jatim terus memperkuat koordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Hiswana Migas guna memastikan ketersediaan energi tetap terjaga. Hingga saat ini, stok BBM dan LPG 3 kilogram dilaporkan dalam kondisi aman dan distribusi berjalan normal.

“Stok BBM mengalir setiap hari. Selama pola konsumsi masyarakat normal, tidak ada kelangkaan. Hingga saat ini tidak ada gangguan terhadap kontinuitas pasokan,” jelasnya.

Terkait inflasi, Emil mengungkapkan bahwa tingkat inflasi Jawa Timur pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,64 persen. Angka tersebut dipengaruhi oleh perubahan kebijakan subsidi pada periode sebelumnya. Meski dampak langsung dari gejolak global terhadap inflasi masih relatif kecil, ia menegaskan kondisi tersebut harus menjadi alarm kewaspadaan.

“Kita harus betul-betul cermat agar inflasi tetap terkendali dan tidak membebani masyarakat,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.