KabarBaik.co, Tarakan — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi energi di Kota Tarakan selama periode Ramadan hingga Idul Fitri 2026 dalam kondisi aman dan terkendali.
Kepastian tersebut disampaikan usai BPH Migas melakukan kegiatan monitoring bersama sejumlah pemangku kepentingan, antara lain SKK Migas, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) mencukupi, dengan distribusi yang berjalan lancar tanpa kendala berarti di lapangan.
“Seluruh distribusi terkonfirmasi aman dan lancar, serta masyarakat tidak mengalami kendala dalam memperoleh energi,” ujarnya, Senin (30/3).
Selain BBM dan LPG, layanan jaringan gas kota (jargas) yang dikelola PGN juga menunjukkan kinerja positif. Hingga saat ini, jargas telah melayani sekitar 34.145 sambungan rumah tangga di Tarakan dan dinilai mampu memenuhi kebutuhan energi rumah tangga, khususnya untuk memasak.
Dari sisi biaya, penggunaan jargas dinilai lebih efisien dibandingkan LPG. Rata-rata pengeluaran masyarakat berkisar antara Rp 25.000 hingga Rp 75.000 per bulan, tergantung tingkat konsumsi. Angka ini jauh lebih hemat, yakni sekitar 29 persen dibandingkan LPG non-subsidi dan sekitar 72 persen dibandingkan LPG subsidi.
Pasokan gas untuk jargas yang bersumber dari Pertamina EP Tarakan dan Medco juga dilaporkan dalam kondisi stabil tanpa gangguan, sehingga mendukung keberlanjutan layanan bagi masyarakat.
Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Tarakan, Ajat Jatnika, mengusulkan penambahan sekitar 10.000 sambungan rumah tangga jargas, khususnya di dua kelurahan yang hingga kini belum terlayani.
Menurutnya, penambahan tersebut diharapkan dapat mendorong cakupan layanan jargas di Tarakan hingga mencapai 100 persen. Usulan itu telah disampaikan kepada pemerintah pusat dan saat ini masih menunggu tindak lanjut.
“Kami berharap program ini dapat direalisasikan melalui dukungan pemerintah pusat,” kata Ajat.
Ia juga mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam menjaga ketersediaan energi, terutama di wilayah yang relatif jauh dari pusat distribusi, sehingga masyarakat tetap mendapatkan layanan energi yang merata dan berkelanjutan.
Di sisi lain, General Manager Sales and Operation Region (SOR) III PGN, Hedi Hedianto, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga keandalan penyaluran gas sekaligus mendukung pengembangan jaringan gas kota sesuai kebijakan pemerintah.
“Pada prinsipnya, kami berkomitmen untuk terus mendistribusikan jargas secara andal kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam rangkaian monitoring tersebut, rombongan juga meninjau langsung sejumlah pelanggan PGN, di antaranya Warung Teras serta rumah tangga di RT 05 Kelurahan Karang Rejo. Sejumlah pelanggan menyampaikan apresiasi atas distribusi gas yang dinilai stabil dan memudahkan aktivitas sehari-hari.






