Skema TBB Sukses Urai Macet Gilimanuk, Giliran Antrean di Ketapang Mengular 6 Jam

oleh -36 Dilihat
Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang
Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang

KabarBaik.co, Banyuwangi – Skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB) efektif mengurai kemacetan horor di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk. Tapi skema itu juga berimbas melambatnya proses angkut di Ketapang, Banyuwangi.

Skema TBB diterapkan dengan pola kapal hanya menurunkan muatan di Pelabuhan Ketapang tanpa melakukan proses muat kembali, kemudian langsung berlayar kembali ke Gilimanuk untuk mengangkut kendaraan berikutnya.

Di Pelabuhan Ketapang total ada 7 dermaga. Dalam skema itu lima dermaga digunakan TBB, sementara hanya dua yang digunakan untuk mengangkut muatan.

Imbasnya, antrean juga sempat mengular hingga keluar pelabuhan Ketapang. Sejumlah pengemudi tertahan berjam-jam tak bisa menyeberang.

Mika, 40 tahun, warga Surabaya, mengatakan, dirinya masuk ke area pelabuhan Ketapang sekitar pukul 06.00 WIB. Setelah melewati loket, kendaraannya nyaris tidak bergerak. Selama 6 jam, mobilnya hanya bergeser sekitar 50 meter saja.

“Sekitar jam 6 saya melewati loket, sampai jam segini masih belum bisa naik kapal,” kata pria yang akan pulang ke rumah keluarganya di wilayah Seminyak, Bali ini.

Dia mengaku tidak mengetahui penyebab terjadinya kemacetan di Pelabuhan Ketapang. Mika yang sudah sering bolak balik ke Bali mengaku baru kali ini ada antrean kendaraan saat mudik lebaran ataupun Hari Raya Nyepi.

“Bertahun-tahun tidak pernah terjadi, baru kali ini musim mudik Lebaran atau Nyepi terjadi kemacetan di Ketapang, biasanya yang macet di Gilimanuk mau ke Ketapang,” katanya.

Keluhan yang sama disampaikan Merry, warga Surabaya. Perempuan ini mengaku hendak berlibur ke Bali bersama keluarganya. Anaknya yang masih kecil juga ikut. Perempuan ini mengaku masuk Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 05.30 WIB. Namun hingga pukul 12.00 WIB dirinya belum naik kapal.

“Mobil jalan gak sampai 5 meter sudah berhenti lagi, begitu terus,” katanya.

Merry mengaku sangat kecewa dengan kondisi ini. Tahun sebelumnya, dia juga liburan ke Bali. Dia berangkat sehari sebelum perayaan Nyepi. Namun penyeberangan lancar-lancar saja.

“Bagaimana ini kok tidak kunjung naik kapal, kalau seperti ini kasihan anak-anak,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mengatakan saat ini prioritas penyeberangan dari sisi Bali menuju Jawa. Tujuannya adalah untuk mengurai kemacetan horor yang terjadi beberapa hari belakangan.

Diakui Dudy, skema itu cukup efektif mengurai kepadatan. Pada Minggu (15/3) macet mengular lebih dari 20 kilometer, sementara dengan diterapkannya skema TBB kini pada Selasa (17/3) berangsur surut sekitar 8 kilometer.

“Sekarang kita prioritaskan dari Gilimanuk dulu. Supaya sebelum penutupan karena Nyepi, kepadatan bisa diurai,” ujarnya.

Dia menyebut bila dari sisi Ketapang arus kendaraan relatif lebih cair. Apabila terjebak kemacetan juga telah disediakan beberapa rest area dan juga buffer zone. Ia meminta masyarakat bersabar.

“Diharapkan ada pemahaman bagi masyarakat yang akan menyeberang ke Bali,” tandasnya.

Dudy menambahkan bahwa untuk mempercepat penguraian, operasional kapal akan ditambah dari jumlah sebelumnya 33-35 kapal. Namun terkait jumlah penambahan Dudy tidak menjelaskan rinci.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.