Persiapan RPH Tambak Osowilangon Surabaya: Dialog Digelar Bareng Mitra Jagal dan Lintas Instansi

oleh -21 Dilihat
WhatsApp Image 2026 02 27 at 10.53.57 AM
Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda Fajar A. Isnugroho saat memimpin dialog dengan mitra jagal dan lintas instansi (Istimewa)

KabarBaik.co, Surabaya – Rencana operasional Rumah Potong Hewan (RPH) Unit Tambak Osowilangon (TOW) menjadi fokus utama dalam pertemuan strategis yang digelar oleh PT RPH Surabaya (Perseroda) bersama para mitra jagal pada Rabu (25/2). Pertemuan ini merupakan langkah konkret menindaklanjuti arahan Penmkot Surabaya untuk memastikan kesiapan operasional fasilitas pemotongan hewan tersebut.

Diskusi yang berlangsung dinamis ini dihadiri oleh jajaran Direksi dan Komisaris RPH Surabaya, serta melibatkan berbagai instansi terkait, mulai dari Satpol PP Kota Surabaya, Polres Tanjung Perak, hingga perwakilan dari DPRKPP, DKPP, dan BPSDA Kota Surabaya. Kehadiran lintas instansi ini bertujuan untuk menjamin kesiapan operasional dari segala aspek, baik teknis fasilitas, infrastruktur kawasan, hingga faktor pengamanan.

Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda Fajar A. Isnugroho menyatakan bahwa target operasional Unit TOW dijadwalkan mulai berjalan pasca Idul Fitri 2026.

“Sesuai arahan Pemkot Surabaya, rencana operasional unit Tambak Osowilangon dilaksanakan pada 31 Maret 2026. Kami membuka ruang dialog seluas-luasnya karena prinsipnya kami harus menyiapkan semua aspek agar pelayanan pemotongan berjalan optimal sejak hari pertama,” tegas Fajar.

Masukan Mitra Jagal Pegirian

Dalam pertemuan tersebut, para mitra jagal dari RPH Pegirian memberikan sejumlah aspirasi penting. Salah satu poin utama yang diusulkan adalah pertimbangan agar perpindahan operasional secara penuh dilakukan di akhir tahun 2026 guna memberikan waktu adaptasi bagi para pelaku usaha.

Meski demikian, para mitra jagal Pegirian menyatakan dukungan dengan memperbolehkan calon mitra jagal baru maupun lama untuk mulai menggunakan Unit TOW segera setelah Idul Fitri. Selain masalah waktu, mereka juga menyoroti kondisi lingkungan kawasan yang dinilai rawan banjir dan meminta adanya perbaikan pada beberapa fasilitas penunjang.

Menanggapi masukan tersebut, Fajar memastikan bahwa seluruh poin diskusi telah dicatat dalam resume resmi untuk disampaikan kepada Pemkot Surabaya.

“Kami berkomitmen menyampaikan masukan mitra jagal Pegirian kepada Pemkot Surabaya untuk ditindaklanjuti dalam rapat pembahasan bersama. Semua usulan kami tampung sebagai bagian dari evaluasi persiapan,” imbuhnya.

Survei Lapangan Bersama

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, para mitra jagal dan manajemen RPH sepakat untuk melakukan survei lapangan bersama ke lokasi Unit Tambak Osowilangon. Peninjauan langsung ini dimaksudkan untuk melihat secara riil kesiapan sarana dan prasarana di lokasi sebelum operasional benar-benar dimulai.

Melalui koordinasi berkelanjutan antara RPH Surabaya, Pemkot, aparat keamanan, dan mitra jagal, diharapkan Unit TOW dapat menjadi fasilitas pemotongan hewan yang modern, aman, dan mampu melayani kebutuhan daging masyarakat Surabaya dengan lebih optimal. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.