KabarBaik.co – Pemkot Surabaya bergerak cepat dalam merealisasikan proyek infrastruktur pengurai kemacetan di wilayah selatan. Sejak Kamis (15/1), Pemkot mulai membongkar pemukiman di Kampung Taman Pelangi, Jalan Jemur Gayungan, RT 1 RW 3, Kecamatan Gayungan.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat (16/1/2026), proses pembersihan lahan menunjukkan progres signifikan.
Hampir 90 persen bangunan di kawasan tersebut telah dibongkar bahkan rata dengan tanah. Alat berat dikerahkan untuk memastikan pembersihan lahan berjalan sesuai jadwal.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa pembongkaran dilakukan setelah seluruh prosedur hukum dan hak warga terpenuhi. Sebanyak 29 persil bangunan di lokasi tersebut telah masuk tahap konsinyasi di pengadilan.
“Semua bangunan di Taman Pelangi sudah dikonsinyasi dan (pemilik) sudah menerima uang ganti kerugian. Hari ini kita tuntaskan perobohan seluruh rumah agar lahan siap digunakan,” ujar Eri.
Eri menjelaskan bahwa percepatan pembongkaran ini merupakan langkah awal dimulainya proyek strategis nasional, yakni Flyover Taman Pelangi.

Proyek ini dijadwalkan memakan waktu pembangunan selama dua tahun (multi-years) dengan dukungan anggaran penuh dari Pemerintah Pusat.
“Kementerian PU (Pekerjaan Umum) sudah merencanakan ini. Pelaksanaannya dilakukan tahun ini (2026) hingga tahun 2027. Karena anggarannya besar, sekitar Rp 400 miliar,” tambahnya.
Pemkot Surabaya menargetkan proses pembongkaran tuntas dalam waktu dua hari. Dengan percepatan ini, Eri berharap pengerjaan fisik flyover oleh pemerintah pusat dapat segera dimulai pada akhir triwulan pertama atau awal triwulan kedua tahun 2026.
Semua Warga Sudah Terima Ganti Rugi
Proses pembebasan lahan ini diklaim berjalan kondusif. Warga terdampak telah mendapatkan kepastian ganti rugi melalui proses di pengadilan. Salah satu warga, Galih Seliawan, mengonfirmasi bahwa dirinya telah menerima uang ganti kerugian pada Selasa (6/1).
“Berjalan lancar. Proses di pengadilan untuk pencairan ganti rugi sudah berjalan lancar, termasuk untuk enam orang gelombang terakhir kemarin,” kata Galih.
Pembangunan Flyover Taman Pelangi diharapkan menjadi solusi permanen untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di pintu masuk sisi selatan Kota Surabaya, khususnya pada jam sibuk yang selama ini menjadi titik lelah bagi para pengendara. (*)








