KabarBaik.co – Keluarga mengaku membiayai sendiri pemulangan jenazah Sri Wahyuni, pekerja migran yang menjadi korban kebakaran hotel di Istanbul, Turki, 18 Januari 2024 lalu.
Keluarga harus mengeluarkan uang puluhan juta untuk memulangkan jenazah Sri Wahyuni hingga bisa tiba di tanah kelahirannya di Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi.
Koordinator Advokasi Garda BMI Banyuwangi Topan Hadi Sucipto mengatakan uang pemulangan itu sekitar Rp 57 juta. Uang itu digunakan untuk biaya pemulangan jenazah korban via penerbangan dari Turki ke Bandara Soekarno-Hatta di Tanggerang, Banten.
Sementara pemulangan jenazah dari bandara ke rumah duka difasilitasi pemerintah. Jenazah dinaikkan ambulans dari Jakarta Selasa (4/2) malam.
“Untuk pemulangan, pemerintah tidak bisa membantu. Akhirnya keluarga yang membiayai dan mengeluarkan uang senilai Rp 57 juta,” kata pria yang akrab disapa Krishna itu, Rabu (5/2).
Jenazah korban diperkirakan akan tiba di Banyuwangi pada siang ini. Pihak keluarga telah menunggu kedatangannya di rumah duka.
Koordinator P4MI Banyuwangi Fery Meryanto membenarkan informasi tersebut. Ia menyebut, Sri Wahyuni merupakan pekerja migran yang bekerja di Tukri secara unprosedural.
“Kalau untuk penerbnagan jenazah dari Turki ke Indonesia, itu betul keluarga yang membiayai,” katanya.
Salah satu faktor yang membuat pihak keluarga harus membiayai secara pribadi kepulangan jenazah, yakni karena pemilik hotel yang terbakar masih terjerat proses hukum. Sehingga, ia belum bisa dimintai pertanggungjawaban untuk memulangkan korban.
“Akhirnya keluarga memutuskan membiayai secara pribadi,” terang Fery.
Diberitakan sebelumnya, pekerja migran asal Kabupaten Banyuwangi yang menjadi korban kebakaran hotel di Istambul, Turki pada 18 Januari lalu, dipulangkan ke kampung halaman.
Jenazah korban atas nama Sri Wahyuni, 35 tahun, itu saat ini sedang dalam perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta menuju Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi.(*)








