Ipuk-Mujiono Berpeluang Besar Lawan Bumbung Kosong di Pilkada Banyuwangi, Golkar Beri Pesan Serius

oleh -7 Dilihat
IMG 20240812 WA0025
Ketua DPD Partai Golkar Banyuwangi, Ruliyono.(doc)

KabarBaik.co – Peluang Ipuk Fiestiandani dan Mujiono untuk melawan bumbung kosong di Pilkada Banyuwangi terbuka lebar. Hal ini setelah dipastikan lima partai resmi menerbitkan rekom untuk pasangan Ipuk-Mujiono. Kelima partai itu adalah Golkar, Demokrat, Nasdem, PPP, Gerindra.

Jumlah partai yang memberikan rekom itu setara dengan 60 persen jumlah raihan kursi di DPRD Banyuwangi. Bahkan secara terucap, PDI Perjuangan juga telah menyampaikan akan memberikan rekom kepada Ipuk-Mujiono.

Bila ditambah dengan PDIP, Ipuk-Mujiono ketambahan 22 persen. Sehingga kekuatan pasangan ini setara 82 persen parlemen. Dengan demikian peluang melawan bumbung kosong saat mungkin terjadi.

Meski demikian, salah satu partai pengusung Ipuk-Mujiono, Golkar, memberikan peringatan terkait kemungkinan munculnya fenomena bumbung kosong.

Fenomena ini mengacu pada situasi di mana masyarakat memilih untuk tidak mencoblos pasangan calon yang ada, melainkan kotak kosong yang disediakan sebagai opsi.

“Yang perlu diantisipasi di sini adanya gerakan-gerakan yang mengajak masyarakat untuk mencoblos bumbung kosong,” kata Ketua DPD Partai Golkar Banyuwangi, Ruliyono, Senin (12/8).

Menurutnya, meski saat ini belum ada kejelasan mengenai calon pesaing bagi Ipuk-Mujiono, potensi bumbung kosong tetap harus diantisipasi betul.

“Kita tidak tahu apakah Ipuk-Mujiono nanti akan memiliki lawan tanding atau tidak. Namun, kita harus waspada terhadap kemungkinan masyarakat memilih bumbung kosong,” tegasnya kepada wartawan.

Ruli sapaan akrabnya, menegaskan, meskipun surat rekomendasi dari DPP Golkar sudah diberikan kepada pasangan calon Ipuk-Mujiono, kewaspadaan tetap harus dijaga.

“Pilkada ini menyangkut kepercayaan, tidak hanya dari partai politik, tetapi juga dari masyarakat,” ujarnya. Ruli menekankan pentingnya menggerakkan mesin politik secara maksimal untuk menghindari ancaman bumbung kosong.

Lebih lanjut, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi ini mengungkapkan kekhawatirannya terkait fenomena bumbung kosong yang bisa menjadi gerakan nasional.

“Jika gerakan nasional memilih bumbung kosong ini semakin masif, itu bisa sangat berbahaya. Apalagi jika isu yang disampaikan kepada masyarakat menyentuh hati mereka, maka banyak yang bisa terdorong untuk memilih bumbung kosong,” tambahnya.

Ruli mengatakan, Golkar tidak akan bekerja sendirian. Setelah menggerakkan mesin partai, Golkar akan bekerja sama dengan partai-partai koalisi lainnya.

Golkar, bersama Demokrat, NasDem, PPP, dan Gerindra, sudah memberikan dukungan kepada Ipuk-Mujiono.

Ruli mengingatkan pentingnya menjaga optimisme dan strategi untuk menghadapi bumbung kosong. “Lawan bumbung kosong bukan berarti lawan yang mudah. Ini bisa berbahaya jika tidak diantisipasi dengan baik,” tutupnya.

Baginya, sebelum berkas cabup dan cawabup didaftarkan ke KPU, politik jelang Pilkada Banyuwangi ini sangat dinamis. Ruli berharap, lebih baik ada lawan tanding daripada melawan kotak kosong.

“Mudah-mudahan ada lawannya. Tapi bukan berarti musuh bumbung kosong itu jelek. Bukan begitu juga. Ada manfaatnya, yang penting lawan bumbung kosong itu menang. Kita sangat optimis menang,” tandas Ruli.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.