KabarBaik.co – Suasana penuh kehangatan mewarnai acara Hantar Sambut Pejabat Struktural KSOP Kelas II Gresik yang berlangsung di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik, Kamis (22/5).
Momentum ini menandai rotasi dan mutasi sejumlah pejabat struktural di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik.
Kepala KSOP Gresik sebelumnya, Hotman Siagian, resmi berpindah tugas sebagai Kepala KSOP Kelas III Sampit. Tongkat estafet kepemimpinan kini berada di tangan Capt. Herbert Elisa Paruntungan Marpaung, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala KSOP Kelas II Benoa, Bali.
Beberapa posisi struktural lainnya juga turut berganti. Agus Nasrullah, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha, kini mendapat promosi sebagai Kepala Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Biro Hukum di Sekretariat Kementerian Perhubungan.
Posisi Agus selanjutnya digantikan oleh Inggita Dhairyya Parasiddha. Inggita sebelumnya bertugas di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
Lalu, Devry Andrey, Kepala Seksi Lalu Lintas dan Usaha Kepelabuhanan, dipindahkan ke KSOP Kelas III Tanjung Pakis, Lamongan. Penggantinya, Yudha Andrianto, datang dari KSOP Utama Tanjung Perak.
Sementara Alit Sudarsono, Kepala Seksi Rancang Bangun dan Status Hukum Kapal, bertukar posisi dengan Adib Zuhairi dari KSOP Utama Tanjung Perak.
Dalam sambutannya, Hotman Siagian mengungkapkan bahwa rotasi jabatan adalah hal yang wajar dalam dinamika organisasi. Menurutnya, mutasi bukan sekadar pergantian posisi, melainkan bagian dari penyegaran dan peningkatan kinerja.
Dalam kesempatan tersebut, Hotman juga membeber sejumlah capaian prestasi yang diraih dalam bidang pengawasan dan keselamatan, serta pelayanan kepada masyarakat.
“Semangat kolaborasi dan sinergi menjadi prioritas kita bersama. Kami menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang setinggi tingginya atas dukungan penuh, sinergitas kita semua dalam pelaksanaan dan pencapaian tugas dalam memberikan pelayanan prima,” ujarnya.
Di tengah pencapaian kinerja, lanjut dia, masih banyak yang harus dibenahi. Tantangan ini tidak akan dapat dihadapi tanpa kolaborasi, tanpa sinergi antara KSOP, pemangku kepentingan sektor transportasi.
“Gresik ini, adalah dermaga yang telah memberikan saya makna, warna dan arah dalam pelayaran saya sebagai insan maritim. Seperti halnya sebuah kapal yang tidak mungkin diam selamanya di satu pelabuhan, saya pun harus kembali melanjutkan perjalanan, untuk melanjutkan tugas dan pengabdian saya yang tulus harus terus berjalan,” tandasnya.
“Namun, meskipun kelak saya berlabuh di tempat yang berbeda, semangat, kenangan, dan nilai-nilai kebersamaan yang telah kita bangun di sini akan selalu saya bawa sebagai kompas dalam setiap langkah dan perjalanan hidup saya di tempat tugas yang baru. Mohon doanya,” tutur Hotman
Yang paling penting, kata Hotman, ke depan tantangan akan semakin kompleks. Mamun dengan dengan semangat kebersamaan dan tekad untuk terus maju, Pelabuhan Gresik akan mampu menjawab setiap tantangan dengan solusi yang inovatif dan berkelanjutan.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergi seluruh pihak dalam mendukung tugas-tugas KSOP, sekaligus mendorong pelabuhan Gresik untuk terus berinovasi dan menjawab tantangan masa depan secara berkelanjutan.
Sejak menjabat pada 26 Januari 2023, Hotman mencatat sederet prestasi, di antaranya:
1. Meraih peringkat pertama nasional untuk Satker tercepat dan akurat dalam pelaporan keuangan tahun 2023 (kategori Rp 5-15 miliar).
2. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2023 mencapai Rp63,78 miliar atau 102% dari target.
3. Pelabuhan Gresik masuk 10 besar pelabuhan dengan Rapor Hijau Stranas PK tahun 2024.
4. Pembangunan Maritim Command Center (MCC), perbaikan kantor dan peningkatan layanan.
5. Pembinaan sektor Pelayaran Rakyat (Pelra) yang berdampak langsung pada peningkatan arus kunjungan kapal dan bongkar muat.
6. Penandatanganan kerja sama strategis dengan Dubai Port dan PT Pelabuhan Indonesia Maspion, meletakkan dasar kuat untuk pengembangan pelabuhan masa depan.
7. Optimalisasi sistem layanan Inaportnet, Simkapel, dan Sehati, dengan pendekatan edukatif dan teknis.
8. Pembangunan tempat istirahat bagi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan pekerja pelabuhan.
9. Pelayanan E-Pas Kecil gratis bagi nelayan di Gresik dan Lamongan sebagai bentuk nyata kepedulian pada masyarakat pesisir.
Sementara itu, Capt. Herbert Elisa P. Marpaung menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan capaian yang telah diraih KSOP Gresik. Serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami akan menjaga kesinambungan prestasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat maritim. Dengan tim yang solid dan dukungan dari semua pihak, kami yakin mampu memberi kontribusi terbaik bagi Pelabuhan Gresik,” tegasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Gresik, DPRD, stakeholder maritim, dan para pegawai KSOP. Suasana kekeluargaan terasa begitu kuat saat kesan dan pesan disampaikan oleh para pejabat yang berpindah tugas.(*)








