KabarBaik.co – Gunung Merapi Ungup-ungup di Banyuwangi terbakar. Kebakaran diketahui pada Senin (19/8). Dalam video yang beredar terlihat api melahap hutan disisi timur gunung. Kobaran api terlihat jelas dari Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.
Salah seorang warga Bangsring, Ikhwan Arief mengatakan api terlihat sejak pukul 19.30 WIB kemarin. Api mulanya terlihat dari sisi bawah gunung dan melebar ke sisi samping membentuk segitiga.
Setengah jam kemudian api terlihat meluas.
“Sampai setengah dua dini hari itu api masih terlihat,” kata Ikhwan yang juga pengelola Bangsring Underwater tersebut.
Ikhwan menambahkan kobaran api baru terlihat mengecil. Tapi kobarannya semakin mengarah ke puncak gunung. Sepengelamannya melihat kebakaran di Merapi Ungup-ungup, kebakaran kali ini merupakan yang terbesar.
“Tapi untungnya lokasi kebakaran jauh dari permukiman masyarakat,” ujarnya.
Sementara Plt Kalaksa BPBD Banyuwangi, Danang Hartanto mengatakan petugas semalam tidak bisa melakukan penanganan kebakaran secara langsung karena akses yang sulit.
“Kita masih berkoordinasi dengan pihak Perhutani, lokasinya berada di tengah hutan dan sulit dijangkau,” ujarnya.
Danang menambahkan, hingga saat ini, BPBD belum bisa memastikan luas area yang terdampak kebakaran. Mereka masih menunggu laporan dari Perhutani.
“Kalau api terus membesar, tentu kami harus segera mendatangi lokasi untuk penanganan langsung,” kata Danang.
Pihaknya juga menyiapkan langkah mitigasi, termasuk dukungan pompa air untuk memadamkan api. Namun, kondisi geografis yang sulit membuat BPBD harus lebih berhati-hati dalam mengambil tindakan.
“Lokasi kebakaran jauh di tengah hutan, jadi kami masih memantau kondisi dari jarak jauh,” ungkap Danang.
Danang mengatakan, BPBD Banyuwangi akan bekerja sama dengan pemadam kebakaran (Damkar) jika kebakaran terus meluas. Untuk saat ini, pihak BPBD belum dapat melakukan pelokalisiran api akibat sulitnya akses.
Di tengah kondisi musim kemarau yang masih berlangsung, Danang mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran lahan dan hutan (karhutla).
“Musim kemarau ini banyak lahan yang rentan terbakar. Dari damkar sudah beberapa kali menangani kebakaran lahan. Masyarakat harus lebih berhati-hati, terutama jangan sembarangan membuang puntung rokok,” tegas Danang.(*)








