KabarBaik.co, Mataram – Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bulan suci Ramadan tidak boleh dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memainkan harga bahan pokok yang dapat memberatkan masyarakat.
“Ramadan tidak boleh menjadi momentum lonjakan harga yang memberatkan rakyat,” tegasnya saat menyampaikan pidato pada Apel Siaga Kamtibmas Bulan Ramadan 2026 di Lapangan Bhara Daksa Polda NTB, Senin (23/2).
Iqbal memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB bersama jajaran kepolisian akan terus melakukan pemantauan langsung ke pasar-pasar tradisional. Pemerintah juga secara rutin menerima laporan perkembangan harga guna memastikan stabilitas pasokan dan mencegah praktik spekulasi.
“Intinya kita terus melakukan operasi-operasi pasar dalam rangka mengendalikan harga supaya selama bulan puasa ini tetap terjangkau oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah komoditas strategis seperti beras dan gula masih dalam kendali pemerintah daerah sehingga harganya dipastikan relatif stabil. Namun, ia mengakui harga cabai menjadi salah satu keluhan utama warga karena terus meroket dan sempat menyentuh Rp 200 ribu per kilogram.
Gubernur Iqbal menjelaskan, tingginya harga cabai dipengaruhi faktor cuaca dan gagal panen di sejumlah sentra produksi. Meski demikian, pemerintah tidak tinggal diam.
“Untuk beras dan gula kita pastikan harga terkendali karena masih dalam kewenangan pemerintah. Untuk cabai ini memang banyak faktor lain, tapi kita sudah berkoordinasi dengan penyedia di Lombok Tengah dan Lombok Timur untuk mengeluarkan stok dan membatasi pengiriman keluar daerah,” jelasnya.
Langkah tersebut diharapkan mampu menekan lonjakan harga serta menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan. Pemerintah daerah juga mengingatkan para pelaku usaha agar tidak memanfaatkan momen meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk meraih keuntungan berlebihan yang merugikan konsumen.
Pemprov NTB bersama aparat kepolisian berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar sepanjang bulan suci.(*)








