KabarBaik.co, Mataram — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal, menekankan pentingnya filosofi hidup masyarakat Sasak sebagai landasan dalam memimpin daerah. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan silaturahmi bersama Majelis Adat Sasak (MAS) di kediaman mantan Gubernur NTB Lalu Serinata, di Mataram, Senin (23/3).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal menyampaikan bahwa masyarakat Sasak memiliki nilai dasar untuk mengayomi semua kalangan. Menurutnya, prinsip tersebut menjadi pegangan dalam menjalankan kepemimpinan agar seluruh elemen masyarakat di NTB merasakan kehadiran pemerintah yang melindungi.
Ia menegaskan, sebagai pemimpin dari etnis Sasak, dirinya ingin berperan sebagai figur orang tua dan pelindung bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang, termasuk warga Bali, Dompu, Bima, maupun Sumbawa.
“Dalam tindakan, saya sebagai orang Sasak ingin menjadi Bapak, Orangtua dan rumah bagi semua orang. Orang Bali, Dompu, Bima dan Sumbawa,” ucapnya.
Lebih lanjut, Gubernur Iqbal menjelaskan bahwa karakter orang Sasak yang menjunjung tinggi pengendalian diri dan kebijaksanaan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Ia mengibaratkan kebijaksanaan tersebut sedalam Samudera Hindia dan setinggi Gunung Rinjani.
Dalam implementasi kebijakan, pemerintah provinsi pada tahun pertama kepemimpinannya menaruh perhatian besar pada pembangunan di Pulau Sumbawa. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan komitmen pemerataan pembangunan serta menghindari kesan dominasi wilayah tertentu.
Sejumlah program strategis telah dijalankan, di antaranya pembangunan infrastruktur jalan untuk membuka akses wilayah terisolasi seperti Batu Rotok, Batu Dulang, dan Lenangguar, serta penguatan konektivitas kawasan utara melalui Samota hingga wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi seperti Dompu.
Di sektor kesehatan, pemerintah provinsi meningkatkan status RS Manambai dan RSUD Bima menjadi rumah sakit tipe B. Sementara dalam penanggulangan kemiskinan, program Desa Berdaya ditargetkan menyasar 106 desa melalui pendataan ulang dan pemberdayaan masyarakat, dengan dukungan stimulan dana sebesar Rp 500 juta per desa di luar bantuan pusat dan lembaga internasional.
Pada sektor ketahanan pangan, pemerintah merencanakan pembangunan 900 dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memperkuat rantai pasok pangan lokal. Adapun di sektor pariwisata, peningkatan konektivitas penerbangan serta pembenahan destinasi wisata terus dilakukan.
Sementara itu, tokoh Sasak HL Sajim Sastrawan, menyampaikan bahwa silaturahmi ini menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi intens antara MAS dan pemerintah daerah. Ia menuturkan, pihaknya saat ini masih menahan penyampaian rekomendasi pembangunan agar gubernur dapat terlebih dahulu memahami dinamika kepemimpinan di lapangan.
Ketua MAS NTB Lalu Winengan, berharap kepemimpinan dari kalangan Sasak mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat Sasak sekaligus mempercepat pembangunan di NTB secara menyeluruh.(*)








