KabarBaik.co – Gilga Sahid Hardhiansyah atau lebih dikenal dengan Gilga Sahid penyanyi solo kondang bersama dengan grup band Gildcoustic, CB Band & Gahar KDI sukses menggoyang penonton acara launching maskot dan jingle Pilbup Kabupaten Kediri 2024 di Lapangan Pemkab Kediri pada Jumat malam (28/6).
Nanang Qosim, Ketua KPU Kabupaten Kediri mengatakan jika pihaknya berharap bisa bekerja sama karena Pemilu bukan hanya gawe KPU Kabupaten Kediri tetapi adalah adalah gawe bersama.
Selain itu ia berpesan jika pilihan di Pilkada menentukan 5 tahun masa depan Jawa Timur dan Kabupaten Kediri, maka dari itu Nanang mengingatkan jika pada tanggal 27 November 204 hari rabu untuk menggunakan hak pilihnya.
“Seluruh warga jawa timur darimanapun dia, kabupaten manapun dia, kalau ada di kabupaten kediri dia bisa menggunakan hak pilihnya untuk pilgub periode 2024 2029,” ucapnya.
Sebab satu suara akan menentukan masa depan Jawa Timur dan Kediri.
“Mari kita gunakan, jangan sampai golput karena dengan golput sama dengan menyerahkan masa depan kediri pada orang lain,” tambahnya.
Tagline yang dipilih ialah “Pilkada Jujur Kediri Makmur”. Lalu untuk maskot yang diluncurkan untuk Pilbup bernama Sinara atau Sinarasinga yang tercipta dari sayembara yang dilakukan sebelumnya serta forum group discussion dengan melibatkan tenaga ahli, akademisi, sejarawan dan budayawan. Sinarasinga merupakan salah satu legenda yang dipakai oleh Raja Jayabaya sebagai kendaraannya.
Lalu untuk topi yang di atas singa adalah mahkota raja jayabaya dengan makna pihaknya ingin kembali menjadikan kediri menjadi singa Jawa Timur menjadi Kabupaten yang makmur, adil, sejahtera bagi seluruh warga Kabupaten kediri.
Sementara itu, Hanindhito Himawan Pramana Bupati Kediri mengatakan jika tanggal 27 November 2024 menentukan menentukan nasib Kabupaten Kediri dan Jawa timur untuk 5 tahun ke depan.
Mas Dhito sapaan akrabnya berpesan agar memilih dengan memertimbangkan rekam jejaknya.
“Apakah pernah korupsi, apakah pernah punya masalah, cari yang rekam jejaknya tidak punya persoalan. Karena kalau sudah punya persoalan, bagaimana mengurus pemerintah,” tambahnya.
Ia menambahkan jika masyarakat Kediri untuk tingkat toleransi terhadap money politic masih tinggi yakni di angka 73%, untuk itu ia menegaskan kepada masyarajat untuk menolak pemberian uang jika ada yang memberi.(*)






