DK3P Jatim Luncurkan Kompetisi Nasional Inovasi K3 2026

oleh -36 Dilihat
IMG 20260205 WA0012
Wakil Ketua DK3P Jawa Timur, Edi Priyanto.

KabarBaik.co, Surabaya – Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Provinsi Jawa Timur (DK3P Jatim) resmi meluncurkan dua ajang kompetisi berskala nasional sebagai upaya memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Indonesia.

Kedua program tersebut bertajuk Lomba Inovasi K3 2026 dan Safety Photo & Video Challenge 2026.

Kompetisi ini dirancang sebagai langkah strategis untuk mendorong keterlibatan publik secara lebih luas, kreatif, dan berkelanjutan dalam membangun kesadaran K3.

Pendaftaran dibuka mulai 28 Januari hingga 10 April 2026 dan dapat diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Ajang ini terbuka bagi peserta perorangan maupun tim/instansi, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, praktisi K3, komunitas, hingga perusahaan di seluruh Indonesia.

Wakil Ketua DK3P Jawa Timur, Edi Priyanto, menegaskan bahwa tantangan K3 ke depan tidak lagi cukup dijawab hanya dengan pendekatan regulatif semata. Menurutnya, diperlukan inovasi sosial, kreativitas lintas sektor, serta partisipasi aktif masyarakat.

“K3 hari ini bukan lagi sekadar isu teknis, tetapi isu peradaban. Ia menyangkut cara kita memandang manusia, kehidupan, dan masa depan kerja. Karena itu, budaya K3 harus tumbuh dari kesadaran, bukan keterpaksaan. Kompetisi ini kami desain sebagai ruang pembelajaran publik, bukan sekadar ajang lomba,” ujar Edi di Surabaya, Kamis (5/2).

Melalui Lomba Inovasi K3 2026, para peserta didorong untuk menghadirkan gagasan inovatif berupa produk, sistem, metode kerja, teknologi, program, maupun kebijakan yang berkaitan langsung dengan peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja.

Inovasi yang diusulkan harus bersifat orisinal, aplikatif, dan telah atau siap diterapkan di lingkungan kerja.
Edi menilai, banyak praktik baik K3 di lapangan yang lahir dari kreativitas pekerja, namun belum terdokumentasi dengan baik.

“Kami ingin menggali local genius K3. Banyak solusi keselamatan justru lahir dari pengalaman nyata pekerja di lapangan, bukan dari ruang rapat. Kompetisi ini menjadi jembatan agar praktik baik tersebut bisa diangkat, direplikasi, dan menjadi referensi nasional,” jelasnya.

Sementara itu, melalui Safety Photo & Video Challenge 2026, DK3P Jatim ingin membangun literasi K3 di ruang publik dengan pendekatan kreatif dan visual. Peserta ditantang untuk menampilkan praktik keselamatan dalam bentuk foto maupun video inspiratif.

Menurut Edi, pendekatan visual memiliki daya tarik kuat dalam membentuk persepsi dan perilaku masyarakat.

“Manusia belajar bukan hanya dari instruksi, tetapi dari cerita dan contoh. Foto dan video yang inspiratif mampu menggerakkan emosi, membangun empati, dan menularkan perilaku aman secara lebih efektif dibandingkan poster peringatan yang kaku,” ungkapnya.

Kedua kompetisi ini mengusung tema besar: “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.”

Tema tersebut mencerminkan pergeseran paradigma K3, dari pendekatan sektoral menuju pendekatan ekosistem yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat umum.

“K3 tidak bisa dibangun sendiri oleh regulator atau perusahaan. Ia harus menjadi gerakan kolektif, mulai dari ruang produksi, ruang publik, sekolah, kampus, hingga rumah tangga. Itulah makna ekosistem K3 yang sesungguhnya,” tambah Edi.

Selain memperebutkan medali, plakat, sertifikat, dan uang tunai, para pemenang juga akan mendapatkan eksposur nasional melalui kanal resmi DK3P Jatim. Mereka juga berpeluang membangun jejaring dengan para praktisi dan pemangku kepentingan K3 di tingkat nasional.

Lebih dari sekadar kompetisi, DK3P Jatim berharap program ini mampu melahirkan agen-agen perubahan di berbagai sektor.

“Target kami bukan hanya menghasilkan pemenang, tetapi melahirkan duta-duta K3 di komunitasnya masing-masing. Orang-orang yang kembali ke lingkungannya dengan semangat baru untuk menularkan budaya aman,” pungkas Edi.

Dengan hadirnya dua ajang ini, DK3P Jawa Timur optimistis gerakan K3 nasional akan semakin hidup, kreatif, dan dekat dengan masyarakat—menjadikan keselamatan kerja sebagai bagian dari budaya bersama.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.