KabarBaik.co, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus mematangkan kesiapan operasional RSUD Temayang sebelum resmi beroperasi penuh. Rumah sakit yang dibangun untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah selatan Kabupaten Bojonegoro itu kini memasuki tahap finalisasi pemenuhan persyaratan perizinan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiyati, memastikan seluruh proses persiapan berjalan sesuai tahapan. Penyempurnaan dilakukan pada aspek administrasi, teknis pelayanan, hingga kesiapan sumber daya manusia (SDM).
“Prinsip kami, ketika izin operasional terbit, seluruh layanan sudah benar-benar siap dijalankan dengan standar mutu dan keselamatan pasien yang optimal,” ujar Ninik, Rabu (4/3).
Dari sisi tenaga medis, RSUD Temayang telah menyiapkan 12 dokter spesialis yang siap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, rumah sakit juga didukung dokter umum, dokter gigi, serta puluhan tenaga kesehatan (nakes) yang meliputi perawat, bidan, apoteker, asisten apoteker, pranata laboratorium atau analis, radiografer, nutrisionis, tenaga sanitasi lingkungan, perekam medis, teknisi elektromedis, administrator kesehatan, hingga tenaga administrasi pelayanan. Kesiapan SDM tersebut disesuaikan dengan standar rumah sakit tipe C.
Sementara itu, sarana dan prasarana pelayanan juga telah dipersiapkan secara menyeluruh. Fasilitas yang tersedia antara lain ruang rawat inap dengan sejumlah tempat tidur yang terbagi dalam beberapa kelas perawatan, Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang tindakan, ruang operasi, ruang perawatan intensif, ruang isolasi, ruang bersalin dan nifas, serta poli spesialis.
Selain fasilitas layanan medis utama, rumah sakit ini juga dilengkapi sarana penunjang seperti ruang administrasi, laboratorium, radiologi dan CT scan, instalasi farmasi, instalasi gizi, CSSD, ruang laundry, hingga ruang pemulasaraan jenazah. Seluruh ruangan tersebut dipersiapkan agar dapat langsung difungsikan saat operasional penuh dimulai.
Dalam pembangunan RSUD Temayang, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20,5 miliar pada tahun anggaran 2023 dan kembali menganggarkan Rp 50,9 miliar pada tahun 2024.
Meski pembangunan fisik telah rampung, operasional rumah sakit tersebut belum dapat berjalan karena masih terkendala proses perizinan. Keterlambatan administratif dan serah terima aset menjadi penyebab belum terbitnya izin operasional.
Sebelumnya, sejumlah anggota DPRD Bojonegoro mendorong pemerintah kabupaten Bojonegoro agar segera menyelsaikan proses perizinan dan operasional RSUD Temayang agar dapat segera dituntaskan, sehingga layanan kesehatan bagi masyarakat wilayah selatan Bojonegoro bisa segera dimanfaatkan secara optimal. (*)








