Pemkab Bojonegoro Siapkan Jalan Lingkar Selatan 37 Km, Proyek Besar Dimulai Tahun Depan

oleh
IMG 20260330 WA0002
Rapat RPJMD di Ruang Anglingdharma Pemkab Bojonegoro. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menargetkan pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) mulai direalisasikan pada 2027. Proyek strategis ini digadang-gadang menjadi solusi untuk mengurai kepadatan lalu lintas di pusat kota sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro, Edi Susanto, mengungkapkan bahwa proyek JLS telah masuk dalam program prioritas Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2027. Saat ini, tahapan awal seperti feasibility study (studi kelayakan) dan desain pengembangan (design development/DD) telah rampung disusun oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga.

“Desain pengembangan ini penting untuk mendapatkan gambar detail, spesifikasi material, serta estimasi biaya konstruksi yang lebih akurat sebelum masuk tahap dokumen konstruksi,” jelas Edi, Senin (30/3).

Edi menegaskan, pemerintah daerah menargetkan proyek ini sudah memasuki tahap kegiatan fisik pada 2027. “Kami menargetkan di 2027 sudah ada kegiatan,” tambahnya.

Jalan Lingkar Selatan Bojonegoro direncanakan membentang sepanjang kurang lebih 37 kilometer, menghubungkan wilayah selatan mulai Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu hingga kawasan Proliman di Kecamatan Kapas. Jalur ini akan melewati sejumlah desa, di antaranya Ngumpakdalem (Kecamatan Dander), serta Bangilan, Tapelan, Tanjungharjo, dan Kedaton di Kecamatan Kapas.

Menariknya, pada titik tertentu seperti Desa Ngujo dan Proliman akan dibangun jalan layang di atas rel kereta api. Infrastruktur ini dirancang untuk mempermudah akses keluar-masuk kendaraan besar dari arah barat maupun timur tanpa mengganggu arus kereta.

Pada tahap awal perencanaan, JLS akan dibangun dengan konsep ring road dua jalur. Masing-masing jalur memiliki lebar sekitar 8 meter, dilengkapi trotoar di kedua sisi. Untuk merealisasikan proyek ini, pemerintah juga menyiapkan proses pembebasan lahan di sepanjang trase jalan.

Proyek ini bukan rencana baru. Sebelumnya, pembangunan jalan lingkar telah masuk dalam RPJMD Bojonegoro 2018–2023, namun belum terealisasi. Kini, proyek tersebut kembali dimasukkan dalam RPJMD 2025–2029 sebagai prioritas pembangunan daerah.

Urgensi pembangunan JLS semakin kuat seiring meningkatnya volume kendaraan di wilayah perkotaan. Berdasarkan kajian Dinas Perhubungan, rasio arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama telah mencapai lebih dari 0,9, dengan kecepatan kendaraan rata-rata hanya sekitar 20 kilometer per jam.

Kondisi ini diperparah oleh tingginya mobilitas kendaraan besar dari arah Surabaya dan Ngawi yang seluruhnya masih melintasi pusat kota, seperti di Jalan Ahmad Yani, Gadjah Mada, Untung Suropati, dan Rajekwesi.

Dengan hadirnya Jalan Lingkar Selatan, diharapkan arus kendaraan berat dapat dialihkan ke jalur alternatif, sehingga beban lalu lintas di pusat kota berkurang signifikan. Tak hanya itu, proyek ini juga diproyeksikan membuka akses ekonomi baru di wilayah selatan Bojonegoro, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan antarwilayah. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini
Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.