KabarBaik.co – Program Bunga Desaku kembali digelar di Lapangan Sidodadi, Kecamatan Tempurejo. Kegiatan ini menjadi sarana dialog dan pelayanan langsung antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dan masyarakat yang berfokus pada penguatan sektor peternakan rakyat melalui Pelayanan Kesehatan Hewan Terpadu (Yankeswandu), pengukuhan kelompok peternak, dan pelatihan pembuatan pakan silase.
Bupati Jember Muhammad Fawait yang hadir langsung berdialog terbuka dengan para peternak. Ia memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan usulan dan keluhan, sembari menegaskan satu hal penting semua bantuan pemerintah, baik berupa ternak maupun alat produksi, harus dijaga dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
“Penyalahgunaan bantuan bukan hanya merugikan penerima, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan hukum bagi semua pihak,” tegas Gus Fawait, Minggu (14/12).
Dalam dialog tersebut, perwakilan kelompok peternak menyampaikan kebutuhan krusial akan pendampingan yang lebih komprehensif. Mereka menilai pola peternakan tradisional sudah tidak lagi memadai dan memerlukan dukungan penguatan kapasitas, akses pemasaran, serta penyediaan sarana prasarana modern untuk keberlanjutan usaha.
Menanggapi hal ini, Pemkab Jember telah menyalurkan sejumlah bantuan nyata di lokasi, di antaranya bantuan sekitar 100 ekor domba, penyediaan vitamin ternak yang akan berlanjut hingga tahun 2026 dan dukungan alat penunjang, termasuk chopper pakan yang sengaja ditinggalkan di lokasi untuk dimanfaatkan bersama kelompok peternak.
“Ini bentuk cinta pemerintah kabupaten Jember. Mungkin belum sempurna, tapi lebih baik ada daripada tidak sama sekali,” ungkap Bupati.
Ia menambahkan, ke depan akan ada tambahan bantuan dari pemerintah pusat, seperti traktor dan mesin diesel. Sekali lagi, ia menekankan pentingnya menjaga bantuan tersebut agar berumur panjang dan berkelanjutan.
Selain fokus pada sektor peternakan, Bupati Gus Fawait juga menyinggung isu kesehatan masyarakat, khususnya imunisasi anak. Ia menyoroti tingkat imunisasi di Kecamatan Tempurejo yang masih tergolong rendah dibandingkan wilayah lain di Jember.
“Imunisasi itu halal, sudah ditegaskan oleh MUI. Wong sapi saja perlu vitamin, anak-anak kita juga perlu imunisasi,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa munculnya demam setelah imunisasi adalah hal yang wajar. Justru, demam merupakan tanda bahwa tubuh anak sedang membentuk kekebalan.
“Kalau setelah imunisasi panas, itu wajar. Justru kalau tidak ada reaksi sama sekali, itu yang perlu dipertanyakan,” pungkasnya. (*)








