KabarBaik.co – Luapan banjir Kali Lamong di wilayah Gresik selatan terus meluas, Senin (22/12) siang. Data BPBD Gresik mencatat, saat ini ada 14 desa yang terendam banjir tahunan tersebut.
Kepala BPBD Gresik Sukardi menjelaskan, banjir Kali Lamong disebabkan air kiriman dari wilayah hulu yang mengakibatkan debit sungai meningkat dan meluap. “Hingga saat ini masih ada 14 desa di 3 kecamatan yang terendam banjir,” katanya, Senin (22/12) sekitar pukul 13.00 WIB.
Di Kecamatan Balongpanggang, banjir masih menggenangi jalan, rumah dan area persawanan di enam desa. “Meliputi Desa Dapet, Sekarputih, Wotansari, Karangsemanding, Banjaragung dan Pucung. Sekitar 47 rumah warga masih tergenang air dengan ketinggian 5-10 sentimeter,” tandasnya.
Sementara di Kecamatan Benjeng, luapan Kali Lamong menggenangi Desa Lundo, Sedapurklagen, Deliksumber, Kedungrukem, Munggugianti dan Bulurejo. “Desa Sedapurklagen terdampak paling parah. Ketinggian air mencapai 50 sentimeter dan ada lebih dari 100 rumah yang tergenang. Desa Kedungrukem ada 250 rumah yang terendam,” imbuhnya lagi.
Banjir juga bergerak ke wilayah hilir di Kecamatan Cerme. Menggenangi Desa Dadapkuning, dan Ngembung. “Mengakibatkan dua titik tanggul jebol dengan lebar 3 meter,” tutupnya.
Pihak BPBD Gresik terus melakukan monitoring perkembangan banjir. Perahu karet juga disiagakan. Termasuk pendirian dapur umum di Desa Kedungrukem.
“Kondisi terkini banjir di Balongpanggang mengalami penurunan, surut. Sementara Benjeng mengalami kenaikan perlahan. Cuaca terpantau berawan dan hujan ringan,” tutupnya.(*)








