Bandar Narkoba Koko Erwin Sempat Melawan saat Ditangkap

oleh -11 Dilihat
Picsart 26 02 26 20 03 07 543 1 e1772229059193
Foto terduga bandar narkoba bernama Erwin alias Koko Erwin yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polri. (ANTARA/HO-Dittipidnarkoba Bareskrim Polri)

KabarBaik.co, Tangerang– Kasatgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Kevin Leleury mengatakan dalam proses penangkapan, bandar narkoba Erwin Iskandar alias Koko Erwin sempat melawan petugas.

“Ada perlawanan tapi sedikit, bisa kami tangani,” ucap Leleury di Tangerang, Banten, Jumat (27/2).

Koko Erwin yang merupakan pemasok uang hingga narkoba terhadap eks Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro dibekuk di Tanjung Balai, Sumatra Utara, ketika hendak menyeberang ke Malaysia, Kamis (26/2).

Dalam proses penangkapan itu pihaknya juga meringkus dua orang terduga pelaku lain yakni berinisial A alias Y dan R alias K.

“Yang bersangkutan (Koko Erwin) berhasil di tangkap saat akan melakukan penyeberangan menggunakan kapal tujuan Malaysia,” katanya.

Leleury mengatakan kedua orang itu diketahui berperan membantu Koh Erwin untuk melarikan diri ke Malaysia untuk menghindari penangkapan petugas Polri.

“Pelaku A alias Y ditangkap di Riau sementara R alias K di Tanjung Balai bersama Erwin,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, terduga pelaku utama pemasok narkoba ini berencana melarikan diri ke luar negeri lantaran telah melakukan persiapan-persiapan usai mengetahui dirinya sebagai DPO.

Dalam hal ini, dia menegaskan, Koh Erwin merupakan bandar sabu kelas kakap di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia diduga menjadi pemasok uang dan narkoba untuk Kuncoro.

“Keterkaitan lebih jelasnya mungkin nanti akan dijelaskan pada saat jumpa pers,” kata dia. (ANTARA)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.