KabarBaik.co, Nganjuk – Dua motor adu banteng di Jalan Raya Kediri–Warujayeng, Desa Kampung Baru, Tanjunganom, Nganjuk. Kecelakaan itu menewaskan salah satu pemotor.
Korban tewas adalah Supardi, 60, warga Dusun Mukuh, Desa Sidoharjo, Tanjunganom. Pria tersebut mengendarai motor Yamaha Mio bernopol AG 6469 VAH yang bertabrakan dengan motor Suzuki Satria bernopol AG 5490 XY yang dikendarai Khothibul Umam Azzuhdi, 26, warga Lingkungan Pengkol, Kelurahan Warujayeng, Tanjunganom.
“Diduga karena kurangnya kehati-hatian, tabrakan antara kedua kendaraan tidak dapat dihindari. Korban Supardi meninggal dunia di tempat kejadian perkara,” ujar Kapolsek Warujayeng Kompol Ahmad Junaidi, Senin (16/3).
Berdasarkan hasil penyelidikan di lokasi dan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat Mio yang dikendarai Supardi melaju dari arah selatan ke utara. Pada saat bersamaan, Satria yang dikendarai Khothibul melaju dari arah berlawanan. Karena jarak yang terlalu dekat, tabrakan adu depan tak dapat dihindarkan.
“Sesampainya di lokasi kejadian, korban berusaha menyeberang ke kanan jalan,” jelas Junaidi
Akibat benturan keras, Supardi terjatuh di tepi aspal dengan luka berat di bagian kepala. Tak lama kemudian, petugas Unit Lalu-lintas Polsek Warujayeng tiba di lokasi, melakukan evakuasi korban dan olah TKP, mencatat keterangan saksi, serta mengamankan kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan.
“Jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Nganjuk,” pungkas Junaidi. (*)









