KabarBaik.co, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Wakil Wali Kota Rachman Sidharta Arisandi memimpin kerja bakti (korve) di Kelurahan Mentikan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi program Indonesia ASRI dan RT Berseri yang difokuskan pada kebersihan lingkungan sekaligus mitigasi bencana di kawasan aliran sungai.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita itu menemukan sedikitnya lima titik kritis di sepanjang tanggul Sungai Brangkal yang mengalami abrasi dengan kondisi sedang hingga parah.
Menurut dia, kerusakan itu perlu segera mendapat perhatian karena berpotensi membahayakan warga yang tinggal di kawasan padat penduduk di sekitar sempadan sungai.
“Terdapat lima titik yang kondisinya sangat mengkhawatirkan karena abrasi. Mengingat cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan di hulu, risiko tanggul rembes atau jebol sangat besar. Dampaknya akan luar biasa bagi pemukiman penduduk di balik tanggul,” kata Ning Ita dalam keterangannya, Sabtu (28/3).
Ia menjelaskan kondisi tanggul yang mulai tergerus itu tidak bisa dianggap sepele, terlebih saat intensitas hujan masih tinggi. Jika tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan semakin meluas dan memicu bencana yang berdampak pada ribuan warga.
Namun, Ning Ita menegaskan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto tidak memiliki kewenangan langsung untuk melakukan revitalisasi tanggul secara mandiri. Pasalnya, tujuh sungai besar yang melintasi wilayah Kota Mojokerto merupakan aset yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.
Karena itu, Pemkot Mojokerto akan kembali mengirimkan surat kepada Jasa Tirta selaku pengguna aset untuk mendorong percepatan penanganan.
“Surat tersebut juga akan kami tembuskan kepada Kementerian SDA dan Mensesneg agar mendapatkan atensi khusus dari Pemerintah Pusat sebelum terjadi kerusakan yang lebih fatal,” ujarnya.
Selain meninjau kondisi tanggul, kegiatan kerja bakti juga dimanfaatkan untuk membersihkan lingkungan sekitar sungai.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya membangun kesadaran warga agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi potensi bencana.
Pemkot Mojokerto berharap kegiatan korve rutin yang digelar setiap Jumat tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mampu menumbuhkan kebiasaan hidup bersih di tengah masyarakat.
Dengan lingkungan yang terjaga, risiko gangguan kesehatan maupun ancaman banjir akibat saluran tersumbat diharapkan dapat ditekan. (*)








