Stok Beras SPHP Melimpah Tapi Pendistribusian Kurang, Alasan Pemprov Jatim Proaktif Gelar Pasar Murah

oleh -8 Dilihat
WhatsApp Image 2025 09 06 at 09.46.34
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansah saat meninjau pasar murah di Driyorejo. (Foto: Istimewa)

KabarBaik.co – Ratusan warga memadati area pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di halaman Masjid Raya (Siti Hajar Al Madinah) Kota Baru Driyorejo, Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membagikan beras SPHP dan telur ayam gratis.

Tak puas mendapat sembako gratisan, banyak warga tetap membeli beras dan kebutuhan pokok lainnya karena tingginya kebutuhan rumah tangga. Dalam pasar murah tersebut, dijual berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), mulai dari beras premium dan medium, telur ayam, minyak goreng, tepung terigu, hingga bawang merah dan bawang putih.

Antusiasme warga terlihat jelas, terutama dari kalangan ibu-ibu dan lansia yang rela berdesakan demi mendapatkan sembako murah. Khofifah menegaskan bahwa persoalan utama yang dihadapi masyarakat bukan soal ketersediaan stok, melainkan distribusi beras SPHP yang belum optimal.

“Pasar Murah ini digelar untuk mencukupi kebutuhan masyarakat terkait kebutuhan sembako yang terjangkau. Stok beras SPHP melimpah tapi pendistribusiannya kurang, jadi kami ikut proaktif turun langsung ke masyarakat gelar Pasar Murah,” ujar Khofifah.

Menurut Khofifah, pasar murah menjadi langkah efektif dalam menghadirkan harga sembako lebih rendah dibanding HET, sekaligus menjawab keresahan masyarakat di tengah kenaikan harga bahan pokok.

“Ini merupakan langkah efektif untuk memberikan harga sembako yang lebih murah dari HET kepada masyarakat. Apalagi di tengah harga bahan pokok yang inflasi. Semoga di bulan depan, kami bisa datang kembali ke sini, melihat antusias yang luar biasa dari ibu-ibu di sini,” jelas Khofifah.

Bagi warga, keberadaan pasar murah tidak hanya membantu kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menopang usaha kecil. Hal itu dirasakan Zainatun Kaimah (62), warga Desa Petiken.

“Tadi sempat dapat beras gratis, tapi saya tetap beli lagi beras karena butuh. Harga di sini lebih murah beda dari pasaran. Ini buat usaha di warung dan kebutuhan makan sehari-hari. Kemarin saya beli beras harga normal untuk anak di Pondok, alhamdulillah sekarang diganti dengan harga yang lebih murah dan terjangkau,” ungkap Zainatun.

Gelaran pasar murah ini sekaligus menegaskan bahwa problem pangan di Jawa Timur bukan pada stok yang menipis, melainkan distribusi yang belum merata. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Wildan Zaky
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.