Semangat Lestarikan Kontes Bandeng Kawak Gresik, Kades Pangkahwetan Bawa Ikan Usia 18 Tahun

oleh -13 Dilihat
Syaifullah Mahdi memamerkan bandeng raksasa untuk kontes bandeng kawak gresik
Syaifullah Mahdi memamerkan bandeng raksasa untuk Kontes Nandeng Kawak Gresik. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Gresik – Ikan bandeng berukuran raksasa berusia 18 tahun bakal meramaikan Kontes Bandeng Kawak Gresik tahun 2026. Bandeng itu diketahui milik juara bertahan kontes sebelumnya, yakni Syaifullah Mahdi, Kepala Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah.

Kontes yang menjadi bagian dari gelaran Pasar Bandeng ini memang selalu menghadirkan bandeng-bandeng raksasa milik petambak lokal. Salah satu yang mencuri perhatian adalah bandeng milik Syaifullah Mahdi tersebut.

Bandeng yang dibawanya dalam kontes tahun ini bukan ikan biasa. Usianya diperkirakan sudah mencapai 18 tahun. Selama itu pula ikan tersebut dipelihara secara khusus di tambak miliknya hingga tumbuh menjadi bandeng berukuran jumbo.

Menurut Syaifullah, merawat bandeng kawak tidak mudah. Ikan tersebut sangat sensitif terhadap kondisi air tambak sehingga perawatannya harus ekstra.

“Bandeng kawak itu sensitif, jadi air tambaknya harus sering diganti. Kalau airnya sudah tua harus diganti supaya tetap sehat. Selain itu, bandeng juga ditempatkan di tambak khusus yang didesain mendekati kondisi alami,” ujarnya kepada awak media, Minggu (15/3).

Dalam satu tambak, bandeng kawak biasanya tidak dipelihara sendirian. Beberapa bandeng lain dengan ukuran lebih kecil, sekitar satu hingga dua kilogram, juga ditempatkan bersama.

Menurut dia, cara tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem tambak sekaligus membantu pertumbuhan bandeng utama agar tetap sehat meski dipelihara selama bertahun-tahun.

Syaifullah menuturkan, dalam kontes bandeng kawak terdapat sejumlah syarat bagi peserta. Salah satunya ikan yang dilombakan minimal memiliki bobot sekitar lima kilogram dan berasal dari pembudidaya di wilayah Gresik.

“Bandeng saya ini diperkirakan usianya sudah 18 tahun. Untuk merawat sampai sebesar ini tentu butuh perhatian khusus,” tuturnya.

Ia mengaku sudah mengikuti kontes bandeng kawak sejak lama, bahkan sejak Pasar Bandeng masih digelar secara sederhana di pasar krempyeng.

“Kalau dihitung sudah puluhan tahun saya ikut. Saya sudah mengalami tiga bupati, mulai dari Pak Robbah, Pak Sambari, sampai Gus Yani. Ini bagian dari upaya kami melestarikan tradisi Gresik yang sudah ada sejak zaman Sunan Giri,” katanya.

Bagi Syaifullah, mengikuti kontes bandeng kawak bukan sekadar mengejar hadiah. Meski juara pertama bisa memperoleh sekitar Rp 30 juta, biaya perawatan ikan selama belasan tahun jauh lebih besar.

“Kalau dilihat dari sisi bisnis sebenarnya tidak menguntungkan. Merawat bandeng sampai belasan tahun butuh biaya besar, mulai dari pakan hingga pupuk tambak. Tapi ini lebih kepada prestise dan kecintaan kami terhadap Gresik,” jelasnya.

Desa Pangkahwetan sendiri dikenal sebagai salah satu sentra budidaya bandeng di Gresik. Permintaan bandeng dari wilayah tersebut cukup tinggi, bahkan hingga pasar luar daerah dan ekspor.

“Bandeng dari Pangkah Wetan pemasarannya tidak sulit, malah sering kurang. Kalau orang mencari bandeng untuk ekspor biasanya datang ke Gresik karena kita salah satu sentra budidaya terbesar di Jawa Timur,” terangnya.

Syaifullah berharap pemerintah terus memberi dukungan kepada para petambak, terutama dalam menjaga stabilitas harga bandeng serta menyediakan fasilitas penyimpanan seperti cold storage.

Selain itu, ia juga berharap hadiah kontes bandeng kawak dapat ditingkatkan agar semakin banyak petambak yang tertarik mengikuti tradisi tersebut.

“Harapannya pemerintah terus mendukung petani tambak dan hadiah kontes bisa ditambah supaya lebih banyak yang semangat ikut. Karena ini bukan hanya lomba, tapi juga bagian dari budaya Gresik yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.