KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mentarget 3,5 juta kunjungan wisatawan di tahun 2025 ini. Target tersebut telah tercapai bahkan sebelum libur Natal dan Tahun baru mendatang.
Karena target kunjungan setahun sudah tercapai, kunjungan wisatawan ke Banyuwangi pada bulan Desember ini merupakan kelebihan dari target yang ditetapkan.
Kepala Bidang Pemasaran di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi, Ainur Rofiq, mengatakan hingga saat ini, belum ada penetapan target kunjungan untuk bulan Desember khususnya selama libur Nataru ini.
“Target kita di 2025 ini adalah 3,5 juta wisatawan. Tapi targetnya sudah tercapai,” terangnya.
Memasuki musim libur Natal dan tahun baru (Nataru), tingkat keterisian hotel, penginapan dan home stay di Banyuwangi sudah cukup tinggi. Angkanya terus terus bergerak naik.
Dia menyebut, baru-baru ini, Disbudpar telah mengumpulkan pengelola hotel, penginapan dan home stay di Banyuwangi. Berdasarkan data yang disampaikan pengelola, saat ini tingkat okupansi hotel, penginapan dan home stay sudah cukup tinggi.
“Menjelang Nataru ini lumayan bagus okupansi hotel, penginapan dan home stay,” jelasnya.
Menurutnya, memang tingkat keterisian hotel, penginapan dan home stay belum sampai sold out atau terisi 100 persen. Namun tingkay okupansinya terus bertambah terus di kisaran 50-60 persen.
“Tapi biasanya Nataru itu di injury time, di hari-hari akhir wisatawan akan melakukan reservasi,” katanya.
Dia menambahkan, kunjungan wisatawan ke Ijen juga mengalami penurunan pada bulan-bulan ini. Namun menurutnya, penurunan kunjungan ke Ijen ini bukan semata-mata akibat tidak munculnya blue fire. Tapi juga disebabkan saat ini memang low season untuk kunjungan wisatawan manca negara.
“Penurunan kunjungan ke Ijen di bulan-bulan ini juga terkait dengan bukan high season wisatawan asing, ditambah dengan blue fire yang tidak menyala,” ujarnya.






