KabarBaik.co – Upaya Pemerintah Kabupaten Jember untuk membuka isolasi dan meningkatkan konektivitas udara kembali menemui titik terang. Setelah sempat dievaluasi, penerbangan langsung Jember-Jakarta oleh maskapai Fly Jaya dipastikan akan kembali aktif mulai pada 11 November.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto menyatakan rasa syukur yang luar biasa atas kembalinya jadwal penerbangan tersebut.
“Yang jelas ini hasil kerja sama langsung antara Bupati Jember dan pihak maskapai Fly Jaya. Bisa saya sebut ini kado terindah juga bagi masyarakat Jember,” ujar David, Kamis (30/10).
Ia menyebut, dalam rangka jangka panjang pengembangan Bandara Notohadinegoro harus menjadi fokus utama bagi pemerintah daerah. Terutama soal infrastruktur bandara akan diprioritaskan agar bisa lebih bagus dan sesuai dengan standart yang ada.
“Kalau sudah sesuai tidak menutup kemungkinan pesawat besar jenis Boeing bisa mendarat di Bandara Notohadinegoro Jember,” katanya
Hal ini, lanjut David, membutuhkan perpanjangan landasan pacu (runway) sekitar 1.000 meter atau 1 kilometer.
“Upaya untuk mewujudkan hal ini sepertinya sudah disinergikan dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang berangkat dari daerah pemilihan Jember-Lumajang,” ungkap legislator Nasdem itu
“Selain itu untuk pengembangan bandara ini sudah direncanakan untuk masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2026, meskipun kami dari pihak DPRD menyadari bahwa dana APBN juga wajib turun untuk mencukupi kebutuhan anggaran tersebut,” sambung David.
Ia menambahkan, pembukaan kembali penerbangan ini diharapkan menjadi katalisator bagi investasi dan pertumbuhan ekonomi Jember.
“Penerbangan ini pasti akan merekatkan hubungan Jember dengan Jakarta dan membuka peluang bagi investor untuk melirik Jember. Apalagi saya dengar selain rute Jember-Jakarta, kini juga ada rencana untuk membuka rute Jember-Bali, tentu itu butuh dukungan semua pihak termasuk masyarakat sendiri,” pungkasnya. (*)








