KabarBaik.co – Banjir luapan Bengawan Jero di Lamongan semakin meluas di Lamongan. Sebanyak 1.840 rumah warga di 27 desa di lima kecamatan terendam banjir.
Plt Kalaksa BPBD Lamongan M. Naim mengatakan luapan Bengawan Jero dikarenakan curah hujan tinggi yang membuat debit bengawan semakin meningkat dan akhirnya meluap.
“Jumlah rumah yang terendam banjir sekitar 1.840 di sekitar aliran Bengawan Jero,” ujar Naim, Senin (12/1).
Kecamatan dengan dampak banjir terparah adalah Kecamatan Deket, Kalitengah, Turi, Karangbinangun, dan Glagah. Tak hanya merendam rumah warga, banjir juga menenggelamkan lahan pertanian dan tambak. Banjir juga merendam sekolah. Salah satunya adalah SD Negeri 2 Pasi di Glagah.
Naim mengatakan sekitar 12.000 hektare sawah dan tambak terendam banjir. Total kerugian materiil sementara akibat banjir diperkirakan mencapai Rp 4 miliar.
“Kami terus berkoordinasi dengan PU Sumber Daya Air agar semua pompa air, termasuk di Melik dan Kuro dioperasikan secara maksimal,” kata Naim.
BPBD Lamongan juga mengantisipasi potensi gangguan kesehatan selama banjir berlangsung. Koordinasi dengan Dinas Kesehatan dilakukan untuk membuka posko layanan kesehatan gratis di desa-desa terdampak.
“Pos pelayanan kesehatan sudah kami aktifkan di setiap balai desa terdampak bekerja sama dengan Puskesmas. Warga yang mengalami keluhan kesehatan dapat segera memeriksakan diri,” pungkas Naim. (*)








