KabarBaik.co – Korps HMI Wati (Kohati) Banyuwangi menyatakan siap menjadi ruang aduan dan pendampingan bagi perempuan anak korban kekerasan, khususnya kekerasan seksual.
Komitmen itu disampaikan organisasi badan semi otonom Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam mengawal isu perempuan dan anak dalam peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP).
Ketua Umum Kohati Cabang Banyuwangi, Nova Rosytha berkomitmen terlibat dalam penghapusan kekerasan perempuan anak di Banyuwangi.
Upaya yang akan dan terus dilakukan adalah mendorong keberanian perempuan untuk menolak dan melaporkan segala bentuk kekerasan. Menurutnya, kekerasan terhadap perempuan kerap dinormalisasi karena dianggap sebagai aib.
“Diam justru membuat kekerasan terus berulang,” katanya.
Oleh karenanya untuk penguatan Kohati menggelar diskusi publik bertema “Mengurai Akar Kekerasan terhadap Perempuan: Perspektif Sosial, Hukum, dan Ekonomi.”
Diskusi tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Fitriatul Masruroh, S.Psi., M.Psi. Psikolog, akademisi hukum Nikmatul Keumala Nofa Yuwono, S.H., M.H., serta Rachmawati, yang membahas kekerasan terhadap perempuan dari sudut pandang berbeda.
Nova menambahkan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik, mendorong advokasi, serta memperkuat aksi nyata dalam penghapusan kekerasan terhadap perempuan.
“Kohati berkomitmen memerangi segala bentuk kekerasan dan siap menjadi ruang aduan dan pendampingan bagi perempuan korban kekerasan, khususnya kekerasan seksual,” tandasnya.








