Kohati Banyuwangi Siap Jadi Ruang Aduan dan Pendampingan Korban Kekerasan Seksual

oleh -9 Dilihat
bwi2 2
Diskusi publik bertema Mengurai Akar Kekerasan terhadap Perempuan: Perspektif Sosial, Hukum, dan Ekonomi.

KabarBaik.co – Korps HMI Wati (Kohati) Banyuwangi menyatakan siap menjadi ruang aduan dan pendampingan bagi perempuan anak korban kekerasan, khususnya kekerasan seksual.

Komitmen itu disampaikan organisasi badan semi otonom Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam mengawal isu perempuan dan anak dalam peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP).

Ketua Umum Kohati Cabang Banyuwangi, Nova Rosytha berkomitmen terlibat dalam penghapusan kekerasan perempuan anak di Banyuwangi.

Upaya yang akan dan terus dilakukan adalah mendorong keberanian perempuan untuk menolak dan melaporkan segala bentuk kekerasan. Menurutnya, kekerasan terhadap perempuan kerap dinormalisasi karena dianggap sebagai aib.

“Diam justru membuat kekerasan terus berulang,” katanya.

Oleh karenanya untuk penguatan Kohati menggelar diskusi publik bertema “Mengurai Akar Kekerasan terhadap Perempuan: Perspektif Sosial, Hukum, dan Ekonomi.”

Diskusi tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Fitriatul Masruroh, S.Psi., M.Psi. Psikolog, akademisi hukum Nikmatul Keumala Nofa Yuwono, S.H., M.H., serta Rachmawati, yang membahas kekerasan terhadap perempuan dari sudut pandang berbeda.

Nova menambahkan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik, mendorong advokasi, serta memperkuat aksi nyata dalam penghapusan kekerasan terhadap perempuan.

“Kohati berkomitmen memerangi segala bentuk kekerasan dan siap menjadi ruang aduan dan pendampingan bagi perempuan korban kekerasan, khususnya kekerasan seksual,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.