KabarBaik.co – Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan kasus dugaan asusila yang melibatkan dua remaja di bawah umur yang digerebek warga di area kuburan atau makam Kabuh, Jombang, pada Sabtu (17/1) malam.
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander mengatakan penyidik masih terus mendalami perkara tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi dan melengkapi alat bukti.
“Belum ada tersangka, masih dalam tahap penyelidikan,” kata Dimas dalam keterangannya, Selasa (27/1).
Menurut Dimas, beberapa saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap secara utuh kronologi peristiwa yang terjadi. Selain itu, penyidik juga masih menunggu hasil visum yang akan dijadikan salah satu alat bukti pendukung dalam perkara tersebut.
“Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan saksi selesai dan alat bukti lengkap, akan dilakukan gelar perkara,” ujarnya.
Tak hanya menangani dugaan asusila, kepolisian juga memproses laporan lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Pihak keluarga remaja laki-laki yang terlibat dalam kasus ini melaporkan dugaan penganiayaan yang dialami anak mereka saat proses penggerebekan hingga setelahnya.
Laporan dugaan kekerasan terhadap anak itu disebut turut menyeret kepala desa setempat sebagai terlapor.
“Untuk laporan dugaan penganiayaan juga masih dalam proses penyelidikan. Belum ada tersangka, kami masih memeriksa saksi-saksi,” kata Dimas singkat.
Sebelumnya diberitakan, sejoli remaja digerebek warga saat sedang mesum di areal makam di kabuh Jombang. Remaja perempuan yang berusia 13 tahun ternyata anak Kepala Desa setempat.
Kasus tersebut kini memasuki babak baru yang kian pelik. Remaja laki-laki yang berusia 14 tahun melaporkan Kades yang telah menganiaya usai penggerebekan.
Saat itu, amarah sang Kades tak terbendung saat mengetahui putrinya diajak melakukan hubungan asusila oleh remaja laki-laki. (*)








