kabarbaik.link – Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hoo Tong Bio mulai dipercantik menjelang Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili yang jatuh pada Sabtu (10/2/2024) mendatang.
Para umat Tri Dharma bergotong-royong melakukan ritual membersihkan seluruh bagian klenteng. Ritual didahului dengan kegiatan persembahyangan.
Selanjutnya dilakukan pembersiahan altar, rupang dewa-dewi, penggantian lampion hingga bebersih bagian pendopo.
Mereka juga mengganti jubah dan mahkota kebesaran Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin.
Bila biasanya jubah yang dipakaikan berwarna merah atau kuning, tahun ini jubah yang dipasangkan berbeda. Jubah yang dipakaikan berwarna hitam.
Pembina Tri Dharma Klenteng Hoo Tong Bio, Seogianto mengatakan penggunaan jubah berwarna hitam ini diambil setelah dilakukan ritual.
Seusai dilakukan ritual, didapatkan isyarat untuk tidak memakai jubah warna biasanya seperti merah dan kuning. Justru muncul petunjuk jubah warna hitam.
“Hitam ini memiliki makna damai. Kita percaya warna hitam memberikan kesan damai dan menangkal permasalahan yang ada di tempat ibadah kita maupun di Banyuwangi pada umumnya,” kata dia.
Penggunaan jubah hitam, kata Soegianto, bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya penggunaan jubah hitam sudah pernah dilakukan. Akan tetapi memang jarang.
“Dulu pernah digunakan jubah hitam saat terjadi situasi permasalahan di Banyuwangi,” terangnya.
Pria yang memiliki nama asli Oei Ping Gie ini menyebut penggunaan jubah hitam hanya di Banyuwangi. Sementara di daerah lain masih tetap menggunakan warna merah atau kuning.
Sebelum proses penggantian jubah, ada ritual khusus yang wajib dilakukan. Yakni, petugas menjalankan tradisi vegetarian selama tiga hari. Tujuannya, agar diberikan keselamatan.
Selain itu, lampion-lampion yang telah terpasang di klenteng selama setahun juga bakal diganti dengan yang baru. Namun, proses penggantian lampion akan dilakukan beberapa hari sebelum Imlek.
Ia mengatakan, lampion yang saat ini terpasang adalah sumbangan dari umat. Lampion itu sudah terpasang sejak Imlek tahun lalu.
“Nanti ada lampion baru sumbangan umat juga. Yang lama kami turunkan, diganti dengan yang baru. Nanti yang baru juga akan kami pasang selama setahun,” tutur dia.
Tahun ini, pihak klenteng tidak menggelar festival barongsai. Klenteng ingin memperingati tahun baru imlek dengan sederhana.
“Sebetulnya direncanakan ada, tapi tidak jadi karena perkara teknis. Jadi kita adakan sederhana saja sudah,” tegasnya. (Ikhwan)










