Gangguan PDAM Kembali Terjadi, Ribuan Warga Gresik Terdampak

oleh -24 Dilihat
KRAN MAMPET

KabarBaik.co – Ketika air bersih menjadi kebutuhan paling mendasar, ribuan warga di Kabupaten Gresik justru harus berjuang ekstra untuk mendapatkannya. Gangguan layanan Perumda Giri Tirta Gresik kembali terjadi, membuat aliran air ke rumah pelanggan mampet hingga debit menyusut drastis selama beberapa hari terakhir.

Kondisi ini memaksa warga di sejumlah kecamatan mengeluarkan biaya tambahan yang tidak sedikit, mulai dari membeli air tangki hingga air galon dengan harga lebih mahal. Di tengah tekanan ekonomi dan meningkatnya kebutuhan rumah tangga, gangguan air bersih ini kian dirasakan memberatkan.

Wilayah terdampak gangguan layanan air PDAM Gresik cukup luas. Mulai dari Kedamean, Menganti, Cerme, Duduksampeyan, Suci, PPS, Bunder, hingga kawasan permukiman padat seperti Alam Bukit Raya (ABR), Manyar Gresik Asri (MGA), Srembi, Kedanyang, Gresik Kota Baru (GKB), Griya Kembangan Asri (GKA), Randuagung, dan sekitarnya.

Perumda Giri Tirta Gresik melalui pengumuman resminya menyebutkan bahwa gangguan disebabkan oleh perbaikan kerusakan panel pompa Gould di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Legundi. Pekerjaan perbaikan dijadwalkan berlangsung mulai Rabu (7/1/2026) dengan estimasi waktu pengerjaan 2×24 jam.

“Sehubungan dengan adanya perbaikan kerusakan panel pompa Gould di IPA Legundi yang akan dilakukan oleh tim Perumda Kabupaten Gresik, estimasi selesai 2×24 jam,” demikian isi pengumuman yang beredar di kalangan pelanggan.

Namun sebelum pengumuman baru tersebut dirilis, ribuan pelanggan telah lebih dulu merasakan dampak mati totalnya pasokan air PDAM. Gangguan sebelumnya terjadi akibat intensitas hujan tinggi yang memicu longsor, sehingga menghambat proses perbaikan pipa HOPE berdiameter 630 mm di Jalan Raya Daendels, Kecamatan Manyar.

Akibat air yang tidak mengalir selama berhari-hari, warga tak punya pilihan selain membeli air tangki. Biaya yang harus dikeluarkan pun tidak sedikit. Rata-rata warga menghabiskan tambahan pengeluaran sekitar Rp100 ribu per hari hanya untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

“Kalau air mati begini, terpaksa beli air tangki atau galon. Sehari bisa habis seratus ribu lebih,” keluh Aprilianto, warga kawasan PPS.

Menurutnya, kondisi ini sangat memberatkan, terutama bagi warga yang memiliki usaha kuliner atau usaha rumahan. “Kasihan, apalagi yang punya tempat usaha makanan. Di saat-saat seperti sekarang, kebutuhan air itu sangat penting,” ujarnya.

Warga berharap Perumda Giri Tirta Gresik segera mempercepat perbaikan dan memberikan solusi jangka pendek, seperti suplai air tangki gratis atau skema kompensasi bagi pelanggan terdampak. Sebab, air bersih bukan sekadar layanan, melainkan kebutuhan pokok yang menentukan kesehatan, ekonomi, dan keberlangsungan aktivitas masyarakat sehari-hari. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.