Duh, Alat Pemadam Kebakaran di Jembatan Suramadu Hilang

oleh -4 Dilihat
WhatsApp Image 2025 12 19 at 2.39.31 PM
Hidran yang hilang di Jembatan Suramadu (Repro IG/@Bangkalanterkini)

KabarBaik.co – Fasilitas umum di Jembatan Suramadu diketahui hilang. Fasilitas yang hilang tersebut adalah sejumlah komponen alat pemadam kebakaran.

Komponen yang hilang tersebut adalah kotak hidran, nozzle (kepala selang penyemprot), dan tutup pilar pelindung. Hilangnya komponen alat pemadam kebakaran tersebut viral setelah beredar dua foto mengenai hal tersebut.

Satu foto diberi keterangan keterangan, ‘Sejumlah fasilitas Pemadam Kebakaran di Jembatan Suramadu Hilang’ dan keterangan satu foto lainnya yakni dilengkapi dengan perangkat hidran damkar, ‘Sejumlah fasilitas pemadam kebakaran di Jembatan Suramadu Hilang’.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Suramadu, Benny saat dihubungi mengungkapkan pihaknya belum mengetahui secara detail berkaitan informasi tentang hilangnya perangkat hidran di Jembatan Suramadu.

“Sebelum November 2025, sempat beberapa kehilangan rambu di Jembatan Suramadu dan pelaku terekam CCTV. Setelah diingatkan oleh petugas kebersihan Jembatan Suramadu, tidak ada kejadian lagi. Kalau hidran ini saya kurang tahu update nya,” ungkap Benny kepada KabarBaik.co, Jumat (19/12).

Dari informasi yang diperoleh, pengelolaan Jembatan Suramadu berada di bawah kewenangan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), khususnya di bawah Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali.

Sementara PPK Suramadu merupakan unit kerja di bawah Kementerian PUPR.

Sejak 27 Oktober 2018, status Jembatan Suramadu telah resmi berubah status dari jalan tol menjadi jembatan non-tol atau jalan umum sehingga tidak ada lagi pengenaan tarif tol. Perubahan status itu diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2018.

“(Informasi hidran hilang), saya baru tahu dari teman-teman. Perangkat CCTV yang ada di monitor hanya satu sisi, dari arah Madura ke Surabaya. Mungkin (hidran) yang itu jauh dari pantauan CCTV karena CCTV tidak rapat, hanya ada beberapa spot saja,” pungkas Benny. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.