KabarBaik.co – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar menggelar “Sae Ramadhan Festival” sebagai bagian dari program 100 hari Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, dalam pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kepala Disperindag Kota Blitar Hakim Siworo, menjelaskan bahwa festival ini mencakup dua kegiatan utama, yaitu Pasar Takjil di Jalan Kenanga dan Pasar Ramadan di Pasar Legi Lantai 2.
“Kalau sebelumnya Pasar Ramadhan digelar di satu tempat, tahun ini kami membaginya menjadi dua lokasi. Tujuannya untuk membangkitkan UMKM sekaligus meramaikan Pasar Legi,” ujar Hakim, Selasa (25/2)
Pasar Ramadan di Pasar Legi telah menarik 48 tenant, termasuk pedagang pasar setempat. Sementara itu, Pasar Takjil di Jalan Kenanga mendapat antusiasme tinggi hingga melebihi kapasitas yang tersedia.
“Karena keterbatasan tempat, kami membagi pendaftar di Pasar Takjil. Sedangkan untuk Pasar Ramadan, kami melibatkan pelaku UMKM, termasuk Cahpreneur, agar mereka bisa berjualan selama satu bulan penuh di Pasar Legi,” tambahnya.
Tidak hanya menghadirkan pasar, “Sae Ramadhan Festival” juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan budaya dan religi.
Di antaranya, pertunjukan musik serta pengajian “Tombo Ati” yang menggabungkan unsur sholawat dan musik Islami selama bulan Ramadan untuk semakin meningkatkan daya tarik pasar tersebut.
Hakim juga menyampaikan bahwa pemerintah ingin menghidupkan kembali pasar tradisional seperti Pasar Legi agar berfungsi optimal seperti dulu. Disperindag pun telah berkoordinasi dengan Komisi II DPRD Kota Blitar terkait rencana festival ini.
“Kami berharap berbagai kegiatan ini dapat semakin menghidupkan Pasar Legi dan membangkitkan semangat para pedagang, baik yang lama maupun baru, untuk menjadikan pasar ini sebagai pusat grosir dan perdagangan yang lebih ramai,” pungkas Hakim. (*)









